Siswa cuci tangan sebelum masuk ke dalam kelas. Foto: Dok. Kemendikbud
Siswa cuci tangan sebelum masuk ke dalam kelas. Foto: Dok. Kemendikbud

Satgas: Anak Sekolah Menyumbang 8,87% Kasus Covid Nasional

Pendidikan Virus Korona sekolah Pembelajaran Daring Pembelajaran Tatap Muka
Citra Larasati • 08 Januari 2021 13:23
Jakarta:  Satgas Penanganan Covid-19 merilis data rentang usia sekolah yang menyumbang angka kasus covid-19.  Data ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan bagi pemerintah daerah sebelum mengeluarkan izin Pembelajaran Tatap Muka.
 
Secara persentase, rentang usia anak sekolah menyumbang sebesar 8,87% dari total kasus nasional. Dengan kata lain, anak usia sekolah menyumbang 59.776 kasus dari total kasus kumulatif. 
 
Dari total kasus tersebut, anak pada usia setara pendidikan SD yaitu 7-12 tahun, menyumbang angka kasus terbanyak yaitu 17.815 kasus (29,8 persen).  Diikuti usia setara SMA yaitu 16-18 tahun di angka 13.854 kasus (23,17 persen), usia setara SMP yaitu 13-15 tahun sebanyak 11.239 kasus (18,8 persen), usia setara TK yaitu 3-6 tahun sebanyak 8.566 kasus (14,3 persen) dan usia PAUD yaitu 0-2 tahun sebanyak 8.292 kasus (13,8 persen). 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika kita menelaah dari trennya, kita bisa melihat adanya peningkatan kasus konfirmasi pada setiap penggolongan umur, bahkan terbesar setara TK, Paud dan SD. Kenaikannya di atas 50 persen hanya dalam kurun waktu 1 bulan," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam keterangan persnya, Kamis, 7 Januari 2021.
 
Dari sebaran daerahnya, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Sumatra Barat dan Banten konsisten menempati peringkat 10 besar daerah dengan konfirmasi tertinggi pada rentang usia sekolah.  DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah konsisten menempati peringkat 4 teratas pada seluruh golongan umur rentang usia sekolah. 
 
Wiku menambahkan, secara nasional juga terdapat tiga provinsi teratas dengan penyumbang kematian tertinggi di rentang usia sekolah. Pada rentang usia PAUD, terdapat di Sulawesi Utara (6,78 persen), Nusa Tenggara Barat (4,72 persen) dan Nusa Tenggara Timur (4,35 persen). Rentang usia TK terdapat di Jawa Timur (4,6 persen), Riau (0,73 persen) dan Kepulauan Riau (0,72 persen). 
 
Baca juga:  Cirebon Belum Izinkan Pembelajaran Tatap Muka
 
Rentang usia SD terdapat di Jawa Timur (4,96 persen), Gorontalo (1,449), dan Sulawesi Tengah (1,47 persen). Rentang usia SMP terdapat di Jawa Timur (4,96 persen), Gorontalo (2,08 persen) dan Nusa Tenggara Barat (0,85 persen). Rentang usia SMA terdapat di Jawa Timur (4,62 persen), Gorontalo (1,64 persen) dan Aceh (1,53 persen). 
 
"Data ini disampaikan bukan untuk menakut-nakuti, melainkan bentuk transparansi Satgas kepada pemerintah daerah dan masyarakat. Data ini selayaknya dijadikan dasar pertimbangan sebelum mengeluarkan izin pembelajaran tatap muka. Daerah yang merasa kasus positifnya tinggi, diharapkan fokus terlebih dahulu pada penanganan pandemi," tegas Wiku. 
 
Namun, apabila ada daerah yang merasa siap membuat pembelajaran tatap muka, harus terlebih dahulu memahami komitmen yang dibutuhkan untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan serta mempunyai strategi yang jelas. Dibutuhkan peninjauan yang mendalam dan tidak hanya kesiapan dan kesepakatan pihak terkait. 
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif