Ilustrasi pajak. Medcom
Ilustrasi pajak. Medcom

Pakar Hukum Unair Nilai Penarikan Pajak ke Crazy Rich Sasaran Empuk

Renatha Swasty • 22 Maret 2022 10:17
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani senang banyak crazy rich pamer harta. Hal itu memudahkan petugas menarik pajak.
 
Pakar hukum Universitas Airlangga (Unair) Indrawati berpendapat rencana Sri Mulyani memburu pajak crazy rich ialah sasaran empuk. Sebab, pajak dari crazy rich dapat disalurkan kepada masyarakat, terlebih di masa pandemi dan inflasi ekonomi saat ini.
 
“Pemerintah melakukan ekstensifikasi atau perluasan objek pajak. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Perpajakan yang berlaku pada 29 Oktober 2021. Di mana layer dari penghasilan setiap individu atau wajib pajak ini dinaikkan karena negara perlu pembiayaan di masa pandemi,” papar Indrawati dikutip dari laman unair.ac.id, Selasa, 22 Maret 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan dalam harmonisasi tersebut ada perubahan layer. Crazy rich termasuk golongan tertinggi, yaitu 35 persen layer karena berpenghasilan di atas Rp5 miliar per tahun.
 
Potensi pajak untuk crazy rich ialah pajak penghasilan (PPh). PPh ini ialah jenis pajak langsung, tidak dapat diwakilkan, sehingga akan dikenakan langsung kepada mereka yang menerima penghasilan atau memiliki harta kekayaan. Di samping itu, PPh adalah kewenangan pusat, bukan daerah.
 
“Pemerintah istilahnya sudah mengibarkan bendera peringatan kepada crazy rich. Negara tentu boleh memungut pajak yang bersifat memaksa sesuai dengan Pasal 23A UUD 1945,” jelas dosen Fakultas Hukum Unair itu.
 
Dia menuturkan pajak ialah kewajiban konstitusi antara rakyat dan negara. Sehingga, aksi dan implementasi yang dibutuhkan saat ini bukan hanya berita di media. Dengan kebijakan ini, orang-orang tidak akan sembrono memamerkan harta kekayaan mereka di media sosial.
 
“Ini instrumen yang luar biasa bagi Kemenkeu untuk membidik pajak golongan super tajir,” ucap Indrawati.
 
Baca: Sri Mulyani Incar Crazy Rich Bayar Pajak Lebih Besar
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif