Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). Foto: Humas ITB.
Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). Foto: Humas ITB.

Peringkat ITB Naik di QS World University

Muhammad Syahrul Ramadhan • 11 April 2020 16:28
Jakarta: Peringkat Institut Teknologi Bandung (ITB) di Quacquarelli Symonds World University Rankings (QS WUR) 2020, naik menjadi posisi 331. Tahun lalu, lembaga pemeringkatan universitas di dunia itu menempatkan ITB di ranking 359. 
 
Ketua Satuan Penjaminan Mutu (SPM) ITB, Poerbandono menyampaikan, kenaikan peringkat ini menunjukkan adanya kemajuan pencapaian ITB di mata lembaga pemeringkat universitas dunia.
 
"Kenaikan yang ditunjukkan tentu dipengaruhi oleh kemajuan universitas-universitas lain yang diperingkatkan," kata Poerbandono mengutip laman ITB, Jakarta, Sabtu, 11 April 2020.

Rilis QS WUR 2020 juga menempatkan ITB sebagai universitas terbaik di Indonesia untuk kategori Rekayasa dan Teknologi (Engineering and Technology) dan Ilmu-ilmu Alam (Natural Sciences). ITB mengungguli Universitas Indonesia (UI) dalam kategori ini, yang hanya berada di posisi 295.
 
Baca: Pertama di Indonesia, ITB Terbitkan Ijazah Digital Bersertifikat
 
Laporan QS WUR memeringkatkan ITB di 3 broad subject area dan 12 specific subject area. Guru besar ITB Bambang Riyanto Trilaksono menjelaskan dari 12 bidang tersebut, sebanyak 10 di antaranya peringkat satu di Indonesia, yakni bidang-bidang yang terkait dengan ilmu-ilmu alam dan rekayasa dan teknologi. 
 
ITB juga mencatatkan lima bidang yang masuk pemeringkatan dunia, yakni  Seni dan Desain, Teknik Sipil dan Struktur, Ilmu Material, Matematika, serta Fisika dan Astronomi.
 
"Tahun sebelumnya, hanya ada delapan bidang ITB yang terperingkatkan di QS WUR. Empat bidang ITB yang menjadi pendatang baru dalam daftar peringkat dunia adalah Arsitektur, Teknik Sipil & Struktur, Ilmu Bahan, Pertanian & Kehutanan," terang Bambang.
 
QS WUR merupakan indikator peringkat sebuah universitas ditentukan oleh fakta dan opini. Masing-masing, menyumbang separuh dari penentuan peringkat. Fakta didasarkan pada data internasionalisasi, yakni kutipan, nisbah dosen per mahasiswa, nisbah mahasiswa internasional, dan nisbah dosen internasional.
 
Sementara, opini didasarkan pada hasil survei melalui kuesioner kepada pengguna lulusan dan sejawat akademik yang kemudian akan mewakili reputasi sebuah universitas. Indikator yang paling besar terhadap penentuan peringkat adalah reputasi akademik yang kemudian diikuti oleh kutipan dan nisbah dosen per mahasiswa.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AGA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan