webinar dan peluncuran buku secara virtual yang digelar Sekolah SUkma Bangsa. Foto: Dok. Sukma Bangsa
webinar dan peluncuran buku secara virtual yang digelar Sekolah SUkma Bangsa. Foto: Dok. Sukma Bangsa

Sekolah Harus Kreatif Menumbuhkan Literasi Saat Pandemi

Pendidikan perpustakaan Literasi
Fajri Fatmawati • 17 September 2020 14:09
Banda Aceh: Sekolah Sukma Bangsa Pidie memperingati hari kunjung perpustakaan dengan serangkaian kegiatan webinar dan peluncuran buku secara virtual. Acara ini dikemas dengan tema 'Qua Vadis Literasi' di era pandemi.
 
Direktur Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Marthunis Bukhari mengatakan, sebanyak 500 peserta yang terdiri dari warga sekolah Sukma Bangsa mengikuti kegiatan hari kunjung perpustakaan yang diperingati 14 September setiap tahunnya.
 
"Kegiatan webinar ini juga mendatangkan dua narasumber yang andal, yaitu Muhammad Ihsanuddin yang merupakan Ketua ATPUSI (Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia) pusat, dan Nazaruddin Musa yang merupakan pustakawan berprestasi tingkat nasional yang juga dosen di UIN Ar-Raniry," kata Marthunis, Kamis, 17 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Direktur Pendidikan Yayasan Sukma, Victor Yasadhana, dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam situasi yang normal perjuangan menumbuhkan literasi itu bukan perkara mudah, apalagi dalam situasi sangat sulit seperti saat ini.
 
“Ini adalah momen yang sebetulnya menjadi tantangan besar, di mana dalam setiap tantangan di era pandemi ini, kita harus tetap menyajikan atau memberikan sekecil apapun yang kita sebut itu peluang," kata Victor.
 
Baca juga:Video TikTok Diduga Guru Doakan Siswanya Meninggal Diminta Diusut
 
Selain itu, siswa dan guru sekolah Sukma Bangsa Pidie menampilkan karyanya berupa video peluncuran buku yang berjudul 'Tangguh di tengah pandemi' dan buku karya siswa dan guru dari sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe yang berjudul Kelas Lockdown.
 
Memasuki acara inti, pemateri Muhammad Ihsanuddin, menyampaikan geliat literasi di masa pandemi benar-benar harus diperhatikan. Perpustakaan dan sekolah harus lebih kreatif dalam membentuk gerakan literasi di era pandemi.
 
"Di antaranya dengan memanfaatkan perpustakaan digital sebagai solusi bagi pustakawan di tengah era pandemi ini. Dengan memanfaatkan berbagai platform pembelajaran daring atau online yang siap diakses oleh siswa di seluruh Indonesia," kata Ihsanuddin.
 
Lanjutnya, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), bekerja sama dengan berbagai platform yang menyediakan aplikasi pemebelajaran daring yang bisa diakses oleh siswa di seluruh Indonesia.
 
"Di antaranya, PSB Sekolah, Rumah Belajar, sumber belajar, dan lain-lain. Bapak dan Ibu silakan mengaksesnya,” ujarnya.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif