Kampus Unnes.  Foto: Instagram Unnes
Kampus Unnes. Foto: Instagram Unnes

Dinonaktifkan, Sucipto Tantang Rektor Unnes Debat Terbuka

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Mustholih • 19 Februari 2020 14:37
Semarang: Dosen nonaktif Universitas Negeri Semarang, Sucipto Hadi Purnomo menantang Rektor Unnes, Fathur Rokhman melakukan debat terbuka. Sucipto ingin Unnes membuktikan dirinya telah melakukan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo di media sosial.
 
"Ini kan masyarakat akademik. Apakah menghina presiden, itu bisa diadu dalam forum akademik. Dibuat saja debat terbuka dengan menghadirkan ahli bahasa, ahli politik. Kalau saya terbukti menghina presiden, saya akan menyerahkan kedua tangan saya untuk diborgol," kata Sucipto saat dikonfirmasi wartawan, Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 19 Februari 2020.
 
Sucipto mengakui, setelah Pemilihan Presiden 2019, pernah menulis ulasan berjudul 'Penghasilan anak-anak saya menurun drastis tahun ini. Apakah Ini Efek Jokowi yang terlalu asyik dengan Jan Ethes?'. Tulisan itu diunggah Sucipto pada Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Sucipto menilai tidak ada unsur penghinaan dalam unggahan tulisan tersebut. "Bagi saya tulisan saya tidak mempersoalkan apapun," tegas Sucipto.
 
Setelah dinonaktifkan, Sucipto menghabiskan waktunya dengan menulis buku. Setelah menyelesaikan buku berjudul Belajar Dusta di Sekolah Kita dan Wong Jowo, Sucipto sedang menulis buku berjudul Menjerat Plagiat.
 
Buku Menjerat Plagiat ini mempertanyakan integritas Rektor Unnes. Sebab, Rektor Unnes diduga pernah terlibat plagiarisme dalam menulis karya ilmiah.
 
"Seorang akademisi harus memiliki integritas kejujuran saat menulis sebuah karya ilmiah dan tidak ada plagiasi dan pabrikasi," beber Sucipto.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif