NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/ Mohammad Rizal
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/ Mohammad Rizal

Unnes Menonaktifkan Dosen Penghina Presiden

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Antara • 17 Februari 2020 15:36
Semarang: Universitas Negeri Semarang (Unnes) menonaktifkan salah seorang dosen berinisial SP dari tugas mengajarnya. Dosen SP diduga melakukan ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo melalui media sosial.
 
Rektor Unnes, Fathur Rokhman mengatakan kasus dugaan penghinaan terhadap kepala negara itu sudah terjadi cukup lama. "Kejadiannya saat masa Pemilihan Presiden 2019," kata Fathur dikutip dari Antara.
 
Menurut dia, dosen Fakultas Bahasa dan Seni itu diduga mengunggah beberapa konten yang isinya ujaran kebencian melalui akun media sosial Facebook miliknya. Dosen SP, lanjut dia, kemudian diperiksa oleh tim siber Unnes hingga akhirnya turun surat berkaitan dengan pembinaan aparatur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pembinaan berupa menonaktifkan dari tugas Tridarma Perguruan Tinggi. Meski demikian status kepegawaiannya masih," katanya.
 
Ia menjelaskan, pembebasan tugas yang mulai berlaku 12 Februari 2020 itu bertujuan untuk memperlancar proses pemeriksaan terhadap yang bersangkutan hingga ada keputusan tetap. Fathur menegaskan, Unnes akan bersikap tegas terhadap tenaga pendidik yang diduga memiliki ideologi merusak yang dikhawatirkan berdampak pada mahasiswa.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif