Pengembangan Komoditas Unggulan Daerah Perlu Sentuhan Iptek
Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Djumain Appe, Medcom.id/Intan Yunelia.
Jakarta: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mendorong  komoditas-komoditas unggulan Tanah Air mengoptimalkan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) untuk meningkatkan nilai tambah pada produknya.   Penerapan iptek pada produk komoditas unggulan daerah, diyakini bisa mendorong peningkatan ekonomi di daerah tersebut.

"Kita mendorong peningkatan nilai tambah produk unggulan daerah melalui penerapan iptek. Dalam rangka menjadikan program unggulan menjadi unsur pengungkit pembangunan ekonomi," kata Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Djumain Appe di Kantor BPPT, Jakarta Pusat, Senin, 10 September 2018.


Penerapan iptek dalam meninggalkan kualitas komoditas unggulan daerah, perlu peran serta berbagai pemangku kepentingan.   "Stakeholder itu di antaranya akademisi, perguruan tinggi maupun lembaga penelitian dan pengembangan, dunia usaha, serta pemerintah," ujar Djumain.

Baca: Penelitian Kedokteran Dituntut Manfaatkan Era 4.0

Dunia usaha menjadi garda terdepan peningkatan produk unggulan daerah. Pemerintah berperan sebagai motivator, fasilitator dari pembangunan ekonomi daerah. "Di dalam desain awalnya kita harapkan ketiga aktor ini yang biasa disebut ABG (Academic, Business, Government) semakin berperan, bahkan untuk sekarang ada yang sudah menuju ABG-C dengan C (Community)," terang Djumain

Communitydi sini adalah masyarakat, sehingga stakeholderdi atas menjadi orang-orang yang akan bertanggung jawab dalam program ini.  "Mulai dari pengembangan klaster inovasi dari daerah yang berbasis pada produk unggulan daerah, dengan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi," tuturnya.




(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id