Personel band Armada. Foto: Medcom/Talitha Islamey
Personel band Armada. Foto: Medcom/Talitha Islamey

Komentari Program MBG, Band Armada Singgung Soal Skala Prioritas

Citra Larasati • 06 Mei 2026 07:00
Ringkasnya gini..
  • Sejumlah isu di dunia pendidikan seperti pro kontra program MBG dan pembekalan TNI bagi penerima Beasiswa LPDP yang dicanangkan pemerintah kembali menjadi perbincangan hangat.
  • Sejumlah kalangan ikut memberi respons, tidak terkecuali kalangan musisi Tanah Air seperti band Armada.
  • Bagi Armada, bukan program yang salah tetapi momen dan skala prioritasnya perlu dipertimbangkan kembali demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
Jakarta: Sejumlah isu di dunia pendidikan seperti pro kontra program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembekalan TNI bagi penerima Beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) yang dicanangkan pemerintah kembali menjadi perbincangan hangat.  Sejumlah kalangan ikut memberi respons, tidak terkecuali kalangan musisi Tanah Air seperti band Armada.
 
Dalam sebuah wawancara santai di kantor Media Group, tiga personel grup musik Armada, yaitu Tsandi Rizal Adi Pradana (Rizal), Andika Maihendra Yuda (Mai), dan Meri Yandi (Andit) turut membagikan pandangan mereka terhadap program tersebut, termasuk rencana perluasannya ke lingkungan kampus.
 
Gitaris Armada yang berlatar belakang pendidikan ilmu politik ini, Mai Armada mengungkapkan pandangan yang cukup hati-hati namun berimbang. Ia menegaskan, pada dasarnya setiap program yang bertujuan positif adalah hal yang baik, termasuk MBG.

Namun, ia mengingatkan adanya bahaya laten yang kerap menggerogoti program-program pemerintah di Indonesia. “Apapun yang tujuannya positif itu bagus. Tapi permasalahannya, apakah sebuah program yang bagus itu dijadikan oknum-oknum tertentu untuk mencari keuntungan? Itu yang bahayanya,” ujar Mai di Kantor Media Group, Selasa, 5 Mei 2026.
 
Senada dengan pernyataan tersebut, Rizal dan Andit justru mengambil posisi yang lebih kritis. Keduanya sepakat bahwa program MBG, meski membawa dampak positif di berbagai daerah, dinilai kurang tepat untuk dilaksanakan saat ini.
 
Bagi mereka, anggaran jumbo yang dialokasikan untuk program tersebut akan jauh lebih berdampak apabila diarahkan langsung ke sektor pendidikan. “Kalau anggaran yang besar itu dialokasikan untuk pendidikan, akan jauh lebih bagus. Karena kita tidak akan menemukan generasi penerus yang berkualitas kalau pendidikannya tidak diprioritaskan,” kata Rizal. 
 
Pendapat ini langsung disambut setuju oleh Andit yang menekankan bahwa pendidikan lebih mendesak dibandingkan penyediaan makanan.  Ketiga musisi ini juga menyinggung wacana perluasan MBG ke lingkungan kampus.
 
Sementara program MBG di tingkat sekolah dasar dan menengah sudah berjalan, pemerintah kini berencana mengintegrasikannya ke perguruan tinggi.  Pandangan Armada terhadap hal ini tetap konsisten, yaitu prioritas utama harus diberikan kepada kualitas pendidikan, bukan semata pemenuhan kebutuhan makan.

Pembekalan LPDP oleh TNI 

Wacana pelatihan baris-berbaris TNI untuk penerima beasiswa LPDP pun turut dibahas dalam sesi tersebut. Ketiga musisi itu menilai bahwa kedisiplinan memang penting, namun tidak harus selalu diasosiasikan dengan pelatihan berbau militer. 
 
“Disiplin itu tidak melulu soal baris-berbaris. Mungkin itu hal yang basic, tapi penerapannya perlu dikaji lebih lanjut,” ujar Mai.
 
Pandangan para musisi populer ini mencerminkan kegelisahan banyak kalangan masyarakat yang berharap kebijakan pemerintah benar-benar menyasar akar permasalahan bangsa, yaitu kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang kuat dan merata.
 
Program MBG, menurut mereka, bukan program yang salah tetapi momen dan skala prioritasnya perlu dipertimbangkan kembali demi masa depan Indonesia yang lebih baik. (Talitha Islamey)
 
Baca juga: Kampus Diminta Ikut Buka Dapur MBG, Rektor Tegaskan Tugas Utama UI Urus Pendidikan

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA