Rektor UI, Heri Hermansyah menyatakan UI bisa saja memiliki dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Dapur MBG di UI dapat menjadi salah satu unit usaha UI.
"Nah seandainya nanti ada MBG atau pun SPPG ya, ini tentu perlu dikaji terlebih dahulu ya. Tentunya bukan di universitasnya tetapi di unit usahanya ya, yang lebih relevan gitu kan," jelas Heri di UI, dikutip Selasa 5 Mei 2026.
Heri menjelaskan, bahwa SPPG kampus tidak berada di universitasnya langsung, karena universitas hanya akan menjalankan kepentingan pendidikan. "Universitas yang memiliki tugas yang sudah jelas yaitu tadi pendidikan, riset inovasi dan pengabdian masyarakat. Nah unit usaha yang relevan yang seharusnya nanti menanganinya (SPPG) kan gitu," tutur dia.
Ia pun mencontohkan, unit usaha milik UI saat ini. UI, kata dia, memiliki unit usaha berupa hotel. "Kita universitas itu memiliki banyak unit usaha ya, ada yang punya hotel misal, misal kita UI punya Wisma Makara. Di dalam Wisma Makara itu ada dapur yang sudah biasa melayani apa masakan dan lain-lain untuk tamu hotel dan lain-lain," lanjutnya.
Namun yang jelas, kata dia, Universitas hanya menjalankan "bisnis" pendidikan. Dengan tugas utama peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
"Ya, mengenai hal ini ya kita lihat yang ini ini perguruan tinggi ini kan core business utamanya adalah pendidikan, penelitian, riset inovasi dan pengabdian kepada masyarakat ya. Nah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan tadi apa meningkatkan kapasitas SDM kita sehingga kemudian bisa membawa Indonesia ini menjadi Indonesia emas kan gitu ya," pungkas Heri.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto meminta kampus dapat mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kampus kata dia dapat memiliki dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Kita dari perguruan tinggi bisa melakukan peran untuk mendukung program prioritas Bapak Presiden. Salah satunya adalah program MBG," kata Brian dalam siaran Metro TV, dikutip Kamis 30 April 2026.
Ia menjelaskan dirinya pun secara khusus mendapat arahan dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Di mana kampus bisa memainkan peran sentral pada SPPG.
"Kampus bisa mainkan peran mulai dari inovasi-inovasi teknologi, mulai dari riset-riset yang bisa dilakukan terhadap penerima manfaat (MBG)," jelas Brian.
Keterlibatan kampus dalam MBG, kata dia, juga dipercaya dapat meningkatkan kemampuan SDM perguruan tinggi. Perguruan tinggi kata dia akan bisa lebih memicu inovasi.
Di samping itu, Kepala BGN Dadan Hindayana berharap kampus juga melakukan pengembangan peratalan pendukung program MBG. Termasuk menghadirkan terobosan keamanan pangan, hingga pelatihan bimbingan teknis bagi SPPG.
Brian dan Dadan pun mencontohkan salah satu kampus yang sudah memiliki SPPG atau dapur untuk program MBG. Adapun kampus itu adalah Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.
Keduanya pun meresmikan SPPG di Unhas. Unhas menjadi perguruan tinggi berbadan hukum pertama di Indonesia timur yang memiliki fasilitas SPPG.
Fasilitas ini tidak hanya menyediakan layanan makan bergizi gratis. Namun juga diintegrasikan dengan riset dan pengembangan teknologi gizi di lingkungan kampus.
| Baca juga: Dukung Kampus Punya Dapur MBG, Mendiktisaintek: Sivitas Akademika Harus Ambil Peran |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News