Mendiktisaintek Brian Yuliarto bertemu  Rektor UMS, Rektor UMS, Harun Joko Prayitno. DOK Kemendiktisaintek
Mendiktisaintek Brian Yuliarto bertemu Rektor UMS, Rektor UMS, Harun Joko Prayitno. DOK Kemendiktisaintek

Mendiktisaintek Bahas Penguatan Riset dan Pengembangan Kampus PTMA di UMS

Renatha Swasty • 11 Maret 2026 14:42
Ringkasnya gini..
  • Pertemuan membahas pengembangan riset serta kerja sama akses jurnal internasional.
  • UMS sebagai salah satu perguruan tinggi yang menunjukkan perkembangan signifikan.
  • Semangat progresif yang ditunjukkan UMS diharapkan dapat terus berlanjut, terutama dalam menghasilkan riset yang berdampak luas.
Jakarta: Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menjajaki 
berbagai peluang kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Terutama, dalam pengembangan riset serta kerja sama akses jurnal internasional.
 
“Beberapa hal yang tadi kita bicarakan adalah bagaimana pengembangan riset, kemudian juga bagaimana nanti MoU yang akan kita lakukan bersama UMS terkait akses untuk beberapa jurnal,” beber Mendiktisaintek Brian Yuliarto yang berkunjung langsung ke UMS pada Rabu, 11 Maret 2026.
 
Brian menilai UMS sebagai salah satu perguruan tinggi yang menunjukkan perkembangan signifikan. Menurutnya, semangat progresif yang ditunjukkan UMS diharapkan dapat terus berlanjut, terutama dalam menghasilkan riset yang berdampak luas.

“Kami melihat UMS ini sangat progresif. Kami harap bisa terus melanjutkan berbagai risetnya,” ujar dia.
 
Diskusi juga membahas konsep pengembangan akademik dan perluasan jaringan kampus yang berada di sekitar UMS maupun di berbagai wilayah di Indonesia. Pemerintah, kata Brian, akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan tersebut.
 
“Kami tentu dari kementerian akan terus menerus mendukung. Selamat kami sampaikan kepada UMS, semoga pengembangan ini dapat berjalan terus,” tutur dia.
 
Rektor UMS, Harun Joko Prayitno, menjelaskan kunjungan Mendiktisaintek ke UMS merupakan tindak lanjut dari diskusi sebelumnya mengenai pengembangan riset yang berorientasi pada hilirisasi dan nilai komersialisasi.
Sebelum menjabat sebagai menteri, Brian Yuliarto pernah memberikan berbagai gagasan terkait penguatan riset berbasis hilirisasi yang dapat memberi dampak nyata bagi masyarakat maupun dunia industri.
 
“Kami secara khusus mengundang Pak Menteri ke UMS dalam rangka menindaklanjuti insight beliau sebelumnya tentang pengembangan riset yang berhilirisasi dan bernilai komersialisasi,” beber dia.
 
UMS juga memaparkan arah pengembangan universitas ke depan. Meliputi penguatan akademik, pengembangan kelembagaan, peningkatan kualitas riset dan pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan reputasi institusi.
 
Selain itu, Harun juga mengungkapkan UMS saat ini terus memperluas jejaring pendidikan melalui pengembangan kampus sister di berbagai daerah. Ia menyebut saat ini UMS telah memiliki sister campus di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).
 
Ke depan, UMS merencanakan jaringan  pengembangan kampus baru di Bali dengan nama Universitas Bali Internasional Muhammadiyah, serta rencana pendirian kampus di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
 
“UMS menjadi motor utama dalam rangka menghadirkan pendidikan Muhammadiyah dan Aisyiyah yang berkualitas dari Sabang sampai Merauke,” ujar Harun.
 
Harun mengungkapkan respons Mendiktisaintek sangat mendukung arah gerak UMS.  Mendiktisaintek memberikan apresiasi atas langkah pengembangan tersebut dan berkomitmen mendukung peluncuran jaringan sister campus Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) di berbagai wilayah Indonesia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan