Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK RI, Ojat Darojat. DOK
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK RI, Ojat Darojat. DOK

Beasiswa Jangan Cuma Buat Anak Cerdas

Ilham Pratama Putra • 27 Februari 2026 15:49
Ringkasnya gini..
  • Beasiswa jangan cuma diberikan kepada anak cerdas.
  • Ojat mengatakan beasiswa harus lebih luas, utamanya, terkait akses.
  • Dia menagaskan beasiswa adalah kesempatan. Nah, kalau berbicara soal kesempatan, artinya adanya keadilan.
Jakarta: Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI, Ojat Darojat, menegaskan beasiswa tak melulu harus tersedia bagi anak-anak pintar dan cerdas. Dia mendorong agar fungsi beasiswa lebih dari itu.
 
"Beasiswa bukanlah hanya terkait atau membicarakan anak berprestasi, yang cerdas," kata Ojat dalam Diskusi Scholarship Forum pada Jumat, 27 Februari 2026.
 
Ojat mengatakan beasiswa harus lebih luas, utamanya, terkait akses. "Beasiswa ini juga harus melihatkan kalau di sana ada akses kepada semua pihak. Termasuk mereka yang tidak cerdas, kurang berbakat," ujar dia.

Dia menagaskan beasiswa adalah kesempatan. Nah, kalau berbicara soal kesempatan, artinya adanya keadilan.
 
"Jangan sampai ada kelompok yang terbentur aksesnya untuk mendapatkan sekolah, beasiswanya," tegas dia.
 
Pada kesempatan yang sama, Dewan Pengawas Forum Beasiswa Indonesia sekaligus Chairman Indonesia Scholarship Center Foundation, Didin N Hidayat, menilai ada dua hal penting dalam penyediaan beasiswa. Khususnya skema yang akan dijalankan dalam memberikan beasiswa.
 
Saat ini, ada diskus tajam terkait apakah beasiswa harus diberikan berdasarkan merit atau prestasi calon penerima atau berdasarkan afirmasi. Latar belakang ekonomi calon penerima merupakan bagian tidak terpisahkan.
 
"Yang harus kita pahami adalah beasiswa sebagai akses," tutur dia.
 
Idealnya, kata dia, prestasi dan latar belakang calon penerima beasiswa adalah hal penting. Keduany sama pentingnya.
 
"Jadi dua hal ini akan memberikan kesempatan yang adil dalam mengakses kesempatan yang adil dan beradab," ujar Didin.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan