Menristekdikti, Mohamad Nasir bersama sejumlah perwakilan Kelompok Cipayung Plus, Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.
Menristekdikti, Mohamad Nasir bersama sejumlah perwakilan Kelompok Cipayung Plus, Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.

Cipayung Plus: Mahasiswa Tidak Akan Demo 22 Mei

Pendidikan pilpres 2019 Pendidikan Tinggi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 20 Mei 2019 16:33
Jakarta: Kelompok Cipayung Plus yang terdiri dari sejumlah organisasi eksternal mahasiswa kampus menyatakan, tidak akan terlibat dalam aksi pada 22 Mei mendatang.
 
Ketua GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia), Corneles Galanjinjinay menegaskan, bahwa sikap tersebut telah menjadi komitmen bersama para anggota Cipayung Plus."Kami kelompok mahasiswa sudah konsolidasikan dengan teman-teman di bawah, di akar rumput. Mahasiswa tidak akan demo pada 22 Mei," tegas Corneles di sela-sela pertemuan dengan Menteri Riset Teknologi dan pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, di Jakarta, Senin, 20 Mei 2019.
 
Menjelang pengumuman hasil penghitungan suara Pemilihan Umum Serentak 2019 pada 22 Mei 2019, Menteri Nasir mengumpulkan sejumlah perwakilan mahasiswa dari Kelompok Cipayung Plus, yaitu kelompok mahasiswa yang terdiri dari organisasi eksternal kampus. Pertemuan tersebut guna menyampaikan komitmen mereka dalam mengawal demokrasi pascapemilu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertemuan tersebut dilaksanakan di kantor Nasir dengan dihadiri perwakilan masing-masing ketua HMI (Himpunan Mahasiswa Indonesia), PMII (Pergerakan Mahasiswa Indonesia), GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia), PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia), IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), Hikmahbudhi (Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia), KMHDI (Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia).
 
Baca:Menristekdikti Minta Masyarakat Kampus Tidak Terprovokasi Aksi 22 Mei
 
Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan pernyataan sikap yang diwakili Ketua GMKI Corneles Galanjinjinay, Kelompok Cipayung Plus menyikapi bahwa pesta demokrasi telah berlangsung sesuai amanat konstitusi.
 
"Berdasarkan asas Jurdil (jujur dan adil) dan Luber (langsung umum bebas rahasia)," ucapnya.
 
Karena itu, lanjutnya, kelompok Cipayung plus mengimbau seluruh masyarakat Indonesia termasuk partai politik, untuk menerima hasilnya. Mereka juga mengapresiasi penyelenggara pemilu.
 
"Kami mengapresiasi KPU, Bawaslu, dan seluruh perangkatnya yang telah melaksanakan tugas dengan baik dan profesional," ujarnya.
 
Ia juga meminta kontestan berbesar hati menerima hasil pemilu beserta penghitungannya. Kemudian apabila tidak menerima hasil Pemilu, agar membawa sengketa tersebut ke mekanisme sesuai peraturan dan undang-undang berlaku.
 
Nasir mengapresiasi pertemuan dengan Kelompok Cipayung Plus. Ia mengungkapkan apa yang kelompok Cipayung Plus lakukan merupakan bukti, bahwa mahasiswa masih mempunyai pemikiran yang sehat.
 
"Untuk itu saya ingin menyampaikan pada masyarakat, mahasiswa dalam hal ini masih punya pikiran yang sangat sehat untuk indonesia ke depan dalam membangun masa depan lebih baik. Ini yang kami apresiasi yang setinggi tingginya," tutup Nasir.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif