Pemerataan Kualitas Pendidikan

Sekolah Rusak, Pemerintah Jangan Anak Tirikan Siswa Pedalaman

Intan Yunelia 09 Juli 2018 16:10 WIB
Infrastruktur Pendidikan
Sekolah Rusak, Pemerintah Jangan Anak Tirikan Siswa Pedalaman
Siswa belajar di ruang kelas rusak, di MTs Peuto, Lhoksukon, Aceh Utara, Aceh, ANT/Rahmad.
Jakarta:Infrastruktur pendidikan seperti gedung sekolah dan ruang kelas di daerah terutama di pedalaman saat ini kurang perhatian. Masih banyak ditemukan bangunan-bangunan sekolah yang tak layak dan membahayakan.

“Biasanya daerah pedalaman, karena jumlah muridnya sedikit jadi seolah-olah tidak prioritas padahal tetap saja mereka harus belajar di sekolah yang aman, jangan dianaktirikan,” kata Hetifah kepada Medcom.id, Jumat 9 Juli 2018.


Saat kunjungan kerja ke daerah, Hetifah menemukan sekolah yang tidak memadai untuk belajar. Khususnya di daerah-daerah terpencil dan kepulauan dengan akses medan yang sulit dijangkau.

“Saya juga pernah melihat misalnya lantainya yang terbuat dari kayu karena dia kayak sekolah panggung tapi lantainya bolong itu kan anak anak bisakejeblos dan atapnya juga ada yang bisa ambruk,” terang Hetifah.

Baca: Menyedihkan, 1,3 Juta Ruang Kelas Rusak

Hal ini menjadi dilema tersendiri. Di satu sisi bangunan sekolah di daerah hanya diisi segelintir peserta didik. Namun, bukan berarti sarana dan prasarana tak menjadi perhatian.

“Karena dianggap sulit dijangkau dan faktor geografinya sulit, jadi tidak kelihatan dan kalau pengawasan tak ketahuan,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi X DPR RI membentuk Panitia Kerja (Panja) prasarana pendidikan dasar dan menengah di Indonesia. Hal itu terkait kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Tanah Air yang masih buruk, di mana 75 persennya dalam kondisi memprihatinkan.

“Dari jumlah ruang kelas di seluruh Indonesia, 1,3 juta ruang kelas (di antaranya) rusak,” kata Hetifah.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id