“Kalau untuk kepentingan bangsa, bukan hanya bagaimana menyejahterakan guru honorer ini, tapi justru malah melihat lagi guru-guru yang sudah mengajar apakah sudah layak nggak. Baik PNS (Pegawai Negeri Sipil) maupun honorer,” kata Indra saat dihubungi Medcom.id, Selasa 4 Desember 2018.
Direktur Utama PT Eduspec Indonesia ini melanjutkan, saat ini banyak data yang menunjukkan guru PNS saat ini sudah sejahtera, namun kualitas pendidikan malah semakin menurun. Hal tersebutlah seharusnya, menurut Indra harus menjadi perhatian pemerintah.
Indra menegaskan, jangan sampai penurunan kualitas ini juga terjadi pada guru yang direkrut melalui skema PPPK. “Salah satunya dari Bank Dunia mengatakan, guru kita sejahtera sebagaian, terutama PNS tapi itu tidak berakibat pada peningkatan kualitas mereka,” ujar Indra.
Baca: PGRI akan Sodorkan Lima Usulan Ini Kepada Presiden
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) khusus Pendidikan yang berjumlah Rp480 Triliun, sebanyak 64 persen di antaranya khusus untuk guru di Indonesia. Jika pemerintah fokus kepada kesejateraan guru honorer, akan semakin meningkatkan alokasi dana dari APBN.
Sementara itu, jumlah guru honorer saat ini sudah melewati melewati kebutuhan. “Rasio guru kita bisa melihat dari lamannya balitbang bisa dilihat itu rasionya 1:16,” papar Indra.
Memang dari sisi kemanusiaan, kesejahteraan guru lewat PPP3K ini sangat bagus. Namun dari sisi kepentingan bangsa harus diteliti lebih dalam lagi.
“Artinya dalam kondisinya banyak guru PNS yang tidak layak. Dan saya juga yakin ada guru honorer yang bagus banget. Sekarang kan tidak diseleksi dengan ketat. Itu yang harus diperbaiki dulu menurut saya terhadap kondisi ini,” pungkasnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News