Dari keterangan resmi yang diterima, Selasa, 7 Mei 2019, Harry Suryapranata mendapat penghargaan tertinggi yaitu Ridder in de Orde van de Nederlandse Leeuw atau Knight in the Order of the Netherlands Lion.
Penghargaan tersebut disematkan Wali Kota Henk Jan Meijer, di kota Zwolle, Provinsi Overijssel. Penghargaan diberikan kepada 11 orang, namun hanya Harry yang meraih penghargaan tertingi.
Harry, 67 tahun menamatkan pendidikan kedokteran spesialis jantung dan pembuluh darah di Erasmus Universiteit Rotterdam pada 1985. Harry dinilai telah berkontribusi besar dalam standar penanganan serangan jantung akut.
Selain itu, dia aktif mendidik dan melatih para kardiolog di Eropa dan Asia serta memimpin lembaga riset internasional Diagram BV. Di Indonesia, Harry memimpin Cardiology Center Siloam Hospitals di TB Simatupang, Jakarta, ia juga berpraktek di Rumah Sakit Jantung Diagram Cinere, Depok, yang dibuka sejak Februari 2015.
Baca: Penelitian Kedokteran Dituntut Manfaatkan Era 4.0
Sebelumnya, pada 1988, dia memimpin laboratorium klinik katerisasi jantung di Erasmus Medical Center, Rotterdam, Belanda. Pada 1991, dia pindah ke kota Zwolle dan bersama tiga rekannya mengembangkan metode baru menggunakan "kateter balon" yang bisa secara dramatis meningkatkan peluang hidup pasien.
Pada 2010, dia menjadi Profesor Kardiologi Internasional di Radboud University Nijmegen. Prof. Dr. dr. Harry Suryapranata, merupakan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dengan pengalaman lebih dari 32 tahun.
Saat ini, Harry aktif pada sejumlah organisasi antara lain, anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI). Adapun layanan kesehatan yang diberikan mencakup pemeriksaan jantung, Kateterisasi jantung, Percutaneous Coronary Intervensi (PCI), Coronary Angioplasty.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News