Ilustrasi Kampus IPB. DOK IPB
Ilustrasi Kampus IPB. DOK IPB

Kenalan dengan Prodi Pembenihan Ikan SV IPB: Materi Kuliah hingga Prospek Kerjanya

Renatha Swasty • 07 Juli 2023 13:48
Jakarta: Kebutuhan pangan bagi kehidupan manusia terus meningkat. Salah satu sumber pangan hewani berasal dari produk perikanan budi daya.
 
Sekolah Vokasi IPB University memiliki Program Studi (Prodi) Sarjana Terapan Teknologi dan Manajemen Pembenihan Ikan (IKN) untuk mendukung keberhasilan budi daya perikanan (akuakultur) nasional maupun dunia dengan menghasilkan alumni kompeten.
 
Prodi IKN merupakan salah satu dari 17 prodi yang dikelola  untuk jenjang Program Pendidikan Sarjana Terapan (Program D4). Prodi IKN juga sudah terakreditasi ‘Unggul’ dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

“Lulusan yang tangguh, terampil, serta adaptif dapat mendukung keberhasilan produksi perikanan nasional. Produk perikanan budi daya diharapkan dapat mendukung kebutuhan protein hewani, baik di Indonesia maupun dunia,” ujar Ketua Prodi IKN Sekolah Vokasi IPB University, Wiyoto, dalam keterangan tertulis, Jumat, 7 Juli 2023.
 
Wiyoto mengatakan lulusan juga bakal dibekali kemampuan memproduksi ikan hias untuk kebutuhan lokal maupun ekspor. Kemampuan tersebut didukung dan diikuti pengetahuan teknologi budi daya perikanan berkelanjutan dan sesuai perkembangan teknologi masa kini.
 
Dia mengungkapkan lulusan sarjana terapan berpeluang menjadi farm manajer dengan ruang lingkup kerja meliputi perencanaan, supervisi, evaluasi, hingga pengambilan keputusan strategis. Lulusan dapat bekerja di bidang perikanan budi daya pada skala farm perikanan langsung maupun pada aspek lain yang mendukung, seperti pemasaran produk dan sarana prasarana perikanan.
 
"Lulusan juga dapat bekerja di lembaga pemerintah sebagai pegawai negeri sipil (PNS), perusahaan swasta nasional maupun internasional atau berwiraswasta,” tutur dia.
 
Wiyoto mengungkapkan keunggulan atau ciri khusus Prodi IKN berupa kompetensi perancangan, perencanaan dan produksi benih ikan air tawar, ikan hias, ikan air payau/laut dan udang. Fokus utama kompetensi tersebut terletak pada aspek pengembangan aplikasi bioteknologi, berbasis Internet of Things (IoT) dan berorientasi industri yang dituangkan dalam kurikulum.
 
Selain itu, lulusan juga dibekali sembilan soft skill komunikasi dengan praktik terjun langsung ke masyarakat pembudi daya dan lingkungan yang dituangkan dalam kurikulum. Berdasarkan kualitas sumber daya manusia (SDM), dosen yang sesuai kompetensi berjumlah 21 orang, terdiri dari 2 profesor, 12 doktor dan 7 master.
 
Dosen Prodi IKN juga memiliki kompetensi khusus meliputi keilmuan genetik dan reproduksi, kesehatan ikan, lingkungan, nutrisi ikan dan sistem teknologi. “Pengajar juga berasal dari industri (praktisi) sebanyak tiga orang dengan keahlian di ikan hias, pembenihan ikan konsumsi, dan budi daya ikan payau/laut,” beber Wiyoto.
 
Dia menyebut sebagai prodi yang mengutamakan keterampilan dan analisis, Prodi IKN dilengkapi fasilitas memadai. Salah satunya laboratorium lapangan baik di kampus Sukabumi maupun kampus Gunung Gede, Bogor.
 
"Untuk di Kampus Gunung Gede tersedia laboratorium pakan alami, kesehatan dan kualitas air. Kegiatan di lapangan juga dilengkapi dengan kolam ikan untuk pemeliharaan ikan dengan sistem bioflok dengan sistem pemberian pakan otomatis menggunakan IoT,” beber Wiyoto.
 
Wiyoto menyebut fasilitas praktikum juga dilengkapi dengan hatchery ikan hias, hatchery ikan konsumsi, Lab Recirculating Aquaculture System (RAS) untuk ikan patin, dan green house RAS untuk budi daya udang sistem intensif. Fasilitas tersebut mendukung kegiatan budi daya ikan baik ikan konsumsi, ikan hias maupun ikan payau/laut. Prodi IKN juga memiliki fasilitas praktikum lapangan berupa keramba jaring apung (KJA) di Pulau Seribu, DKI Jakarta.
 
Baca juga: Pertama di Indonesia, IPB Buka Prodi Magister Keamanan Pangan

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan