Big Bad Wolf Books Indonesia 2026. DOK
Big Bad Wolf Books Indonesia 2026. DOK

BBW Indonesia 2026 Kembali Hadir, Permudah Akses Masyarakat Baca Buku

Ilham Pratama Putra • 22 Januari 2026 18:00
Jakarta: Tingginya angka melek huruf di Indonesia belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kualitas literasi masyarakat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 menunjukkan lebih dari 96 persen penduduk Indonesia usia di atas 15 tahun sudah mampu membaca dan menulis.
 
Namun, kemampuan membaca itu belum sepenuhnya diikuti dengan kebiasaan membaca. Termasuk kemampuan memahami informasi secara mendalam atau memiliki literasi yang baik.
 
Kondisi ini diperparah oleh pergeseran pola konsumsi informasi di masyarakat. Masyarakat Indonesia makin gandrung mengonsumsi informasi singkat, cepat, dan memiliki visual, sehingga membaca buku belum menjadi pilihan utama dalam keseharian masyarakat.

Tantangan literasi juga tercermin dalam hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022. Skor literasi membaca pelajar Indonesia berada di bawah rata-rata global.
 
Temuan ini mengindikasikan masih banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami teks panjang, menarik kesimpulan, serta berpikir kritis terhadap informasi tertulis. Padahal kemampuan yang sangat dibutuhkan di era digital dan ekonomi berbasis pengetahuan.
 
Situasi tersebut menegaskan literasi bukan semata soal kemampuan membaca huruf. Melainkan tentang membangun budaya membaca, pemahaman, dan kebiasaan berpikir kritis.
 
Dalam konteks inilah upaya memperluas akses buku bacaan berkualitas dengan harga terjangkau menjadi salah satu strategi penting untuk mendorong perubahan. Beruntung saat ini sudah semakin banyak pihak yang mendorong hadirnya festival literasi hingga bazar buku secara besar-besaran.
 
Hal ini disebut menjadi salah satu hal yang dapat memicu ketertarikan minat baca di Indonesia. Salah satu festival dan bazar buku terbesar di Indonesia Big Bad Wolf Books (BBW) selalu menjadi perhatian pecinta literasi.
 
Tahun ini, Big Bad Wolf (BBW) kembali hadir di Indonesia dengan Surabaya sebagai kota pertama. Tahun 2026 menandakan tahun ke-10 BBW hadir di Indonesia.
 
"Selama satu dekade terakhir, BBW telah mendistribusikan puluhan juta buku ke rumah, sekolah, dan komunitas, serta berkembang dari sekadar bazar buku menjadi destinasi literasi yang melibatkan keluarga dan generasi muda," kata Founder Big Bad Wolf Books, Andrew Yap, dalam keterangannya, Kamis, 22 Januari 2026.
 
Di Surabaya, BBW bisa dikunjungi pada 29 Januari hingga 8 Februari 2026 di Convention Hall, Tunjungan Plaza. Andrew mengatakan BBW bertujuan menjadikan buku lebih mudah diakses masyarakat.
 
“Selama 10 tahun terakhir, BBW Indonesia telah berkembang menjadi gerakan literasi yang mengajak keluarga, komunitas, dan generasi muda untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” sebut dia.
 
Country Director Big Bad Wolf Books Indonesia, Marthius Wandi Budianto, meyakini literasi adalah fondasi pembangunan karakter bangsa. BBW salah satu celah dalam membangun fondasi tersebut.
 
"Membaca bukan sekadar aktivitas belajar, tetapi pengalaman hidup yang membentuk kebiasaan, cerita, dan harapan. Melalui BBW Indonesia 2026, kami ingin menegaskan bahwa membaca adalah bagian dari budaya dan kebahagiaan," kata dia. 
 
Pihaknya memfasilitasi masyarakat di luar kota untuk mendapatkan akses terhadap buku dari BBW. Salah satunya bekerja sama dengan Lion Parcel untuk pengiriman buku.
 
"Lion Parcel sebagai Official Logistic Partner menyediakan diskon ongkos kirim 20 persen, layanan free packing, dan pengiriman sameday untuk mendukung kemudahan distribusi buku," ujar Marthius.
 
Selain di Surabaya, BBW akan hadir di kota-kota lainnya. Big Bad Wolf Books Indonesia 2026 akan berlanjut ke 14 kota di Indonesia, termasuk Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Makassar, dan Medan.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan