Bukan sekadar penghias, pencantuman nama tersebut merupakan bentuk penghormatan Cadillac terhadap para Founding Members atau anggota pendiri tim teknis mereka. Stephanus adalah salah satu otak di balik pengembangan mobil balap jet darat tim yang didukung pabrikan otomotif raksasa Amerika Serikat, General Motors (GM) ini.
Stephanus Widjanarko menjadi sebagai Lead Engineer Aero Development pada tim Cadillac Formula 1. Tim ini dijadwalkan akan debut penuh di ajang F1 pada musim 2026.
Stephanus merupakan alumni Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2004. Ia memiliki kehidupan akademis yang bisa dibilang sukses, hal ini dibuktikan dari Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang didapatkan saat menjadi sarjana adalah 3,95 skala 4.
Ketertarikannya pada dunia aerodinamika membawanya terbang ke Belanda untuk melanjutkan studi di University of Twente pada bidang Engineering Fluid Dynamics. Setelah meraih gelar masternya, Stephanus merintis karier pada industri berteknologi tinggi. Ia bekerja di Vestas Wind Systems di Denmark.
Pada kariernya di perusahaan ini, ia terlibat pada pembuatan desain bilah turbin. Selain itu, Stephanus yang memiliki panggilan akrab “Tephie” ini juga melakukan riset aerodinamika di National Aerospace Laboratory (NLR) Belanda.
Kerja kerasnya serta ketekunannya terus memperkaya pengalamannya akhirnya terbayarkan. Ia bergabung pada industri F1 di tahun 2013, ini sekaligus mewujudkan cita-cita sejak kecil.
Bekerja di perusahaan F1 merupakan impian Tephie sejak kecil, karena dirinya dan ayahanda memiliki ketertarikan pada pertandingan balap mobil F1. Dilansir dari laman ITB, Tephie mengaku pernah diajak ayahnya untuk menonton F1 secara langsung di Kuala Lumpur. Sejak saat itu, Tephie berpikir sepertinya akan menyenangkan jika ia bekerja di industri ini.
Bergabung dengan Tim F1 AlphaTauri (dulu Scuderia Toro Rosso)
Tephie bergabung pada tim AlphaTauri yang sebelumnya bernama Scuderia Toro Rosso, tim ini merupakan tim junior dari Red Bull Racing. Ia bekerja di tim ini selama sembilan tahun sebagai Aero Engineer.
Di tim tersebut ia berperan menjadi spesialis aerodinamika pada bagian depan mobil dan terlibat pada desain front wing dan hidung mobil yang memiliki peran yang sangat krusial. Kontribusinya pada proyek ini membawa timnya pada kemenangan Pierre Gasly di GP Monza 2020 merupakan salah satu momen paling penting pada sejarah timnya.
Lead Engineer Aero Development Tim F1 Cadillac
Di tim F1 Cadillac, Tephie dipercaya menjadi bagian dari tim teknis inti yang membangun fondasi mobil untuk debut mereka. Pencantuman namanya pada bodi mobil di Barcelona bulan ini menunjukkan betapa besarnya kontribusi Stephanus dalam tahap awal pengembangan mobil yang akan dikendarai oleh pembalap veteran Valtteri Bottas dan Sergio Perez.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News