Hari Guru Nasional 2021 Sejarah, logo , dan tema (Logo Kemdikbudristek)
Hari Guru Nasional 2021 Sejarah, logo , dan tema (Logo Kemdikbudristek)

Hari Guru Nasional 2021: Sejarah, Logo, dan Tema

Muhammad Syahrul Ramadhan • 24 November 2021 16:42
Jakarta: Setiap 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional (HGN). Peringatan HGN pertama kali digelar pada 1994.

Sejarah Hari Guru Nasional

PGRI dan HGN

Dikutip dari pgri.or.id, peringatan HGN lekat dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Sebelum kini menjadi PGRI organisasi  ini bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) yang berdiri pada tahun 1912.
 
PGHB merupakan organisasi perjuangan guru-guru pribumi pada zaman Belanda.
Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah.
 
Selain PGHB berkembang juga organisasi guru baru antara lain Persatuan Guru Bantu (PGB), Perserikatan Guru Desa (PGD), Persatuan Guru Ambachtsschool (PGAS), Perserikatan Normaalschool (PNS), Hogere Kweekschool Bond (HKSB). Selain organisasi guru yang bercorak keagamaan, kebangsaan atau lainnya seperti Christelijke Onderwijs Vereneging (COV), Katolieke Onderwijsbond (KOB), Vereneging Van Muloleerkrachten (VVM), dan Nederlands Indische Onderwijs Genootschap (NIOG) yang beranggotakan semua guru tanpa membedakan golongan agama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada tahun 1932, dengan penuh kesadaran, 32 organisasi guru yang berbeda-beda latar belakang, paham dan golongan sepakat bersatu mengubah nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Pengubahan nama ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena penggunaan kata “Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda.
 
Sayang, pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang, sekolah ditutup, dan Persatuan Guru Indonesia (PGI) tidak dapat lagi melakukan aktivitas. HIngga seratus hari setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, tepatnya tanggal 23-25 November 1945 berlangsung Kongres Guru Indonesia di Surakarta. Kongres berlangsung di Gedung Somaharsana (Pasar Pon), Van Deventer School, Sekolah Guru Puteri (sekarang SMP Negeri 3 Surakarta).
 
Lewat kongres Guru Indonesia, segala perbedaan antara organisasi guru yang didasarkan perbedaan tamatan di lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, aliran politik, agama, dan suku sepakat dihapuskan. Para pendiri merupakan guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan guru yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif