Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, Anindito Aditomo atau Nino. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, Anindito Aditomo atau Nino. Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Rapor Pendidikan Disebut untuk Menggeser Paradigma Evaluasi Belajar

Pendidikan pendidikan Kemendikbudristek Rapor Pendidikan Indonesia
Ilham Pratama Putra • 18 April 2022 19:21
Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menghadirkan Rapor Pendidikan Indonesia untuk mengukur keberhasilan pendidikan nasional. Hasil dari tolok ukur ini akan memengaruhi proses pembelajaran di Tanah Air.
 
"Rapor Pendidikan merupakan cara Kemendikbudristek untuk mendorong terjadinya pergeseran paradigma dalam evaluasi belajar ke arah kualitas proses dan hasil belajar,” ujar Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Nasional Kemendikbudristek, Anindito Aditomo (Nino) dalam acara Silaturahmi Merdeka Belajar dikutip Senin, 18 April 2022.
 
Dia menjelaskan data utama dalam Rapor Pendidikan Indonesia adalah hasil belajar yang berfokus pada kompetensi literasi, numerasi, serta karakter peserta didik. Hal itu menjadi poin penting menghadirkan profil pelajar Pancasila.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Yang diperlukan oleh semua peserta didik adalah kemampuan dalam memahami bacaan, penyelesaian masalah untuk matematika sederhana, dan karakter yang ada di dalam profil Pelajar Pancasila,” kata Nino.
 
Kompenen lain yang diukur dalam Rapor Pendidikan Indonesia ialah iklim pembelajaran di sekolah. Termasuk, dimensi keamanan dan dimensi kebinekaan di lingkungan pendidikan.
 
“Jadi, apakah peserta didik merasa bahwa gurunya peduli dan memperhatikan proses pembelajaran mereka, apakah peserta didik merasa aman di sekolah, merasa diterima walaupun identitas budayanya bervariasi, itu menjadi hal penting,” jelas Nino.
 
Selain itu, ada banyak kelompok indikator lainnya yang tidak kalah penting dalam pembelajaran. Seperti aktivitas belajar, pengelolaan sekolah, dan kompetensi guru.
 
“Rapor Pendidikan ini adalah data yang sangat kaya. Jadi, kepala sekolah dan kepala dinas betul-betul bisa mendapatkan potret yang sangat komprehensif tentang kondisi pendidikan di sekolah atau daerahnya,” tutur Nino.
 
Baca: Kemendikbudristek Ajak Orang Tua dan Sekolah Diskusikan Hasil Rapor Pendidikan
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif