Pendaftar PPDB membludak di SMAN 1 Depok, Medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno.
Pendaftar PPDB membludak di SMAN 1 Depok, Medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno.

Orangtua Rela Berdesakan Daftar di SMAN Favorit

Beredar Isu Siswa Diterima Berdasarkan Urutan Mendaftar

Pendidikan Sistem Zonasi PPDB 2019
Octavianus Dwi Sutrisno • 17 Juni 2019 14:40
Depok: Jumlah pendaftar membludak di hari pertama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA dan SMK di Kota Depok, Jawa Barat. Orangtua siswa berbondong-bondong mendatangi sejumlah sekolah favorit sejak pagi, karena terpancing isu bahwa pendaftar pertama akan mendapat prioritas lolos seleksi.
 
?Awalnya, sistem antrian bagi para pendaftar diberlakukan, namun karena orangtua berdatangan sejak pagi dan tidak terbendung akhirnya dibatasi. Membludaknya pendaftar ini juga dipicu karena beredar isu bahwa siswa yang diterima ditentukan oleh urutan mendaftar.
 
"Seluruh rangkaian tersebut, bisa diantasipasi namun karena gelombang pendaftar yang terus bertambah sejak pagi, jadinya menyulitkan kami. Ini juga didorong isu bahwa siapa pertama mendaftar itu yang akan lolos seleksi," kata Kepala Sekolah SMAN 1 Depok, Supyana di Depok, Senin, 17 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Supyana menuturkan, membludaknya para pendaftar juga karena disebabkan oleh banyaknya orangtua murid dengan tujuan sekolah lain, mencoba datang dan mendaftar ke SMAN 1. "Dari informasi yang saya dapat, ada orangtua murid yang rencananya mendaftar ke sekolah lain (contoh SMAN 2),malahdatang ke sini karena mereka masih mencari informasi juga. Sebetulnya, yang sudah dapat formulir juga tidak mendaftar hari ini," jelasnya.
 
Selanjutnya, Supyana memaparkan proses pendaftaran dimulai dengan mengambil formulir pendaftaran, Verifikasi data calon siswa, input data."Kita ambil kebijakan, dibatasi hanya 330 orang untuk hari ini, agar tidak terus menerus membludak. Rencananya, besok kita buka pendaftaran hingga pukul 15.00 WIB. Namun, kejadian hari ini kita evaluasi," terang dia.
 
Karena kondisi pendaftar yang membludak, pihak sekolah mengeluarkan kebijakan membatasi pendaftar hingga 330 orang. Kepolisian Resort (Polres) Kota Depok, juga turun ke SMAN 1 untuk mengantisipasi membludaknya para pendaftar.
 
"Tadi sudah tidak kondusif, karena terlalu banyak tapi akhirnya saya dapat juga nomor antrian itu juga ke 317," bebernya.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ratusan orangtua murid maupun calon siswa memadati sekolah yang berlokasi di Jalan Nusantara Pancoran Mas sejak pukul 06.00 WIB, sebelum pintu gerbang dibuka. Mereka datang untuk mengambil formulir pendaftaran.
 
Yuke (43), Salah satu orangtua murid yang tinggal di Jalan Mawar 2 Nomor 74 Kecamatan Kemiri muka Depok menuturkan dirinya rela berdesak-desakan sejak pagi, karena takut tidak kebagian nomor antrian.
 
"Iya, tadi pagi penuh sesak saya sampai tergencet di depan gerbang. Untung ditolong penjaga dan diarahkan masuk ke sini," Ucap Yuke.
 
Baca:Sistem Zonasi Abaikan Fakta Kurangnya Jumlah Sekolah Negeri
 
Yuke menuturkan, pendaftaran bisa juga dilakukan lewat online namun diakuinya, cukup sulit untuk masuk ke website PPDB. "Saya enggak mengerti error atau kenapa, dari semalam mutar - mutar saja web-nya. Namanya kita orangtua, ingin anaknya cepat beres mendaftar dan diterima," bebernya.
 
Meri, 39 tahun, warga Jalan Nusantara ini mengatakan SMAN 1 Depok menjadi pilihan sekolah pertama bagi putranya, melihat jarak tempuh yang cukup dekat dengan rumah."Kalau dilihat dari jarak, sudah sesuai dengan sistem zonasi PPDB, jadi saya akhirnya datang dan mendaftar. Tidak masalah berdesak-desakan yang penting anak bisa sekolah," tegasnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif