Diaspora di University of Nottingham

Menjadi Agen Knowledge Exchange untuk Indonesia

Citra Larasati 16 Agustus 2018 20:39 WIB
Diaspora
Menjadi Agen <i>Knowledge Exchange</i> untuk Indonesia
Bagus Putra Muljadi, ilmuwan diaspora Indonesia yang saat ini menjadi Assistant Professor di Chemical and Environtmental Engineering Faculty of Enginering, University of Nottingham, Inggris, Medcom.id/Citra Larasati
Bogor:  Tawaran pemerintah untuk kembali pulang dan berkarya di Tanah Air disambut positif oleh para ilmuwan diaspora Indonesia.  Meski begitu, tidak semua diaspora langsung mengambil tawaran tersebut, dan berniat untuk pulang dalam waktu dekat ini.

Bagus Putra Muljadi, ilmuwan diaspora Indonesia yang saat ini menjadi Assistant Professor di Chemical and Environtmental Engineering Faculty of Enginering, University of Nottingham, Inggris menyambut positif tawaran yang disampaikan pemerintah Indonesia tentang kepulangan diaspora ke Tanah Air.  Meski tertarik, Bagus mengaku belum berniat untuk pulang dan berkarya di Indonesia dalam waktu dekat.


"Rencana pulang pasti ada, jika waktunya tiba. Karena seperti lirik lagu Indonesia Pusaka, Indonesia itu akan menjadi tempat berlindung dan tempat akhir menutup mata," ungkap Bagus ditemui di Institut Pertanian Bogor (IPB), Kamis, 16 Agustus 2018.

Bagus mengatakan, tawaran pemerintah ini juga menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan ilmuwan diaspora saat mengikuti Simposium Cendekia Kelas Dunia (SCKD), yang di selenggarakan di Hotel Royal, Jakarta.  "Kemarin di simposiun itu juga banyak dibincangkan," kata Bagus.

Secara umum, Bagus berpendapat, bahwa keputusan untuk pulang dan berkarya di Tanah Air itu sangat tergantung pada masing-masing individu diaspora.  Namun bagi Bagus, yang terbaik untuk dirinya saat ini adalah tetap berada di Inggris dan menjadi agen knowledge exchangebagi Indonesia.

"Saat ini saya memilih untuk jadi agen knowledge exchange untuk mengambil keterampilan dari Inggris, lalu ditularkan kepada Indonesia," ungkapnya.

Baca: 47 Ilmuwan Diaspora Disebar di 55 Perguruan Tinggi

Salah satunya diwujudkan melalui program kerja sama yang saat ini sedang dirintisnya, program beasiswa International Doctoral Training Partnership dengan University of Nottingham.   Di mana Ia akan mencari lima mahasiswa atau dosen terbaik dari perguruan tinggi di Indonesia untuk ditawarkan mengambil Ph.D (Doctor of Philosophy) di University of Nottingham.

Ph.D merupakan gelar akademik tertinggi di banyak bidang keilmuan.  "Dengan adanya saya di Inggris, hal tersebut memungkinkan. Menjadi pembuka jalan bagi mahasiswa terbaik Indonesia untuk belajar di Inggris, setelah itu mahasiswa itu bisa pulang lagi ke Indonesia dan mengaplikasikan ilmunya," tutur Bagus.

Setidaknya, dalam kurun waktu 3-4 tahun, akan ada lima orang mahasiswa yang bisa mengambil S3 di Inggris.  Menurut Bagus, program beasiswa yang baru dirintisnya tersebut merupakan salah
cara baginya untuk berkontribusi bagi Indonesia.

"Saya pikir ini investasi yang cenderung murah dan tepat guna bagi Indonesia. Kontribusi bagi bangsa bisa macam-macam caranya," papar Bagus.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id