Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy memberi tenggat waktu satu bulan ke depan kepada seluruh Dinas Pendidikan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk memetakan zonasi sekolah di wilayahnya.
"Paling lambat satu bulan sudah ada kepastian zona seluruh Indonesia, sehingga kita punya zona di seluruh Indonesia," terang Muhadjir di Jakarta, Jumat, 1 Juni 2018.
Muhadjir mengatakan, pihaknya memulai penataan sistem pendidikan nasional melalui pemetaan zonasi sekolah. Sistem ini, kata Muhadjir, menjadi salah satu basis strategi pembenahan sistem pendidikan yang juga lazim diterapkan di negara-negara maju.
"Basis zona ini sangat modern, dan basis inilah yang digunakan oleh negara-negara maju," kata Muhadjir.
Selain untuk pemerataan pendidikan, sistem zonasi juga secara tidak langsung dapat membentuk karakter dan kemandirian siswa. Sekolah yang dekat akan mendorong para siswa untuk tak perlu lagi diantar orangtuanya ke sekolah.
Jarak sekolah yang dekat juga akan membiasakan anak untuk berjalan kaki. Dalam proses perjalanan menuju sekolah ini juga akan banyak praktik nilai-nilai pendidikan karakter yang diajarkan dan diimplementasikan secara langsung.
"Bagaimana jalan yang baik , menyebrangnya bagaimana dan minta tolongnya bagaimana. Jadi karakter dapat kita bentuk dulu dari zona ini," pungkas Muhadjir.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan