Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Partai Mahasiswa Indonesia Diminta Tidak Bawa-bawa Nama Kampus

Ilham Pratama Putra • 25 April 2022 15:53
Jakarta:  Pengamat Politik Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin memberikan catatan kepada Partai Mahasiswa Indonesia.  Meski diperbolehkan untuk bergabung di partai politik, namun mahasiswa diminta untuk tidak berpolitik praktis di dalam kampus maupun membawa nama kampus ke partai politik.
 
Selain itu, para kader Partai Mahasiswa Indonesia juga tidak boleh membawa almamater kampus masing-masing ke dalam partai. Sebab, hal itu berbahaya bagi perguruan tinggi masing-masing.
 
"Jangan bawa-bawa politik praktis ke kampus. Dan tidak bawa almamaternya. Karena jika nanti partai mahasiswanya negatif di mata publik, maka akan jelek pula nama kampusnya," sebut Ujang kepada Medcom.id, Senin 25 April 2022.

Artinya, mahasiswa dapat berpolitik praktis saat di luar kampus dan tidak membawa almamaternya ketika memposisikan diri sebagai kader partai. "Kalau seperti ini, tak masalah mahasiswa berpolitik praktis. Karena the real politik ya politik praktis," jelas Ujang.
 
Baca juga:  Kemendikbudristek: Kampus Jangan Diintervensi Politik Praktis
 
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM), Wawan Mas'udi mengatakan, apa yang disampaikan Ujang sangat masuk akal. Tidak ada kader Partai Mahasiswa Indonesia yang boleh mengklaim almamater.
 
"Kalau sudah mengklaim almamater enggak bisa toh. Yang punya almamater kan memang kampus. Ya parpol tidak bisa mengklaim almamater tertentu. Almamater kan milik semua orang yang tidak bisa diklaim untuk sebuah partai," tutup Wawan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan