Momen wisuda Universitas Mercubaktijaya yang digelar pada Rabu, 20 Mei 2026, menjadi saksi bisu keharuan sekaligus kebanggaan luar biasa. Yulfiati Ardini, wisudawati dari Program Studi Kebidanan Program Sarjana Fakultas Kesehatan dan Sains, berhasil mencuri perhatian dan menorehkan kisah paling inspiratif dalam prosesi sakral tersebut.
Raih IPK 3,59 dalam Waktu 1,5 Tahun
Ibu Yulfiati Ardini, yang lahir di Muara Labuh pada 28 Maret 1955, merupakan mahasiswa Program Non-Reguler melalui jalur lanjutan dari jenjang D3 Kebidanan. Di saat orang-orang seusianya memilih untuk beristirahat dan menikmati masa tua bersama cucu, beliau justru memilih jalan yang menantang: kembali ke bangku kuliah demi meningkatkan kompetensi, ilmu, dan kualitas diri di bidang pelayanan kesehatan.Perjuangannya menyerap materi kuliah modern, berdiskusi dengan dosen, hingga menyusun tugas akhir terbayar tuntas dengan hasil yang sangat mengagumkan. Yulfiati Ardini mampu menyelesaikan masa studinya tepat waktu, yakni dalam kurun waktu 1,5 tahun saja.
Tidak sekadar lulus, dedikasi dan kedisiplinan tingkat tinggi yang ia tunjukkan membuahkan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,59, yang secara resmi menempatkannya dalam jajaran lulusan berpredikat dengan pujian atau Cumlaude.
Menjadi Teladan Nasional
Pencapaian luar biasa ini langsung mendapat atensi khusus dan apresiasi setinggi-tingginya dari Rektor Universitas Mercubaktijaya. Semangat juang sang ibu dinilai bukan hanya sekadar prestasi akademik internal kampus, melainkan sebuah teladan nasional mengenai konsep long-life learning atau belajar sepanjang hayat bagi seluruh masyarakat Indonesia.“Pencapaian Ibu Yulfiati Ardini menjadi teladan bahwa pendidikan tidak mengenal batas usia. Dengan semangat dan daya juang yang luar biasa, beliau mampu menyelesaikan studi tepat waktu serta menunjukkan komitmen kuat untuk terus meng-upgrade diri," ungkap Rektor dengan penuh rasa bangga. Kisah Yulfiati Ardini ini sekaligus merefleksikan komitmen inklusif dari Universitas Mercubaktijaya dalam membuka pintu pendidikan setinggi-tingginya bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang sekat usia. Pihak kampus berharap, jika seorang ibu berusia 71 tahun mampu berjuang dan lulus dengan hasil gemilang, maka generasi muda harus jauh lebih termotivasi untuk menuntut ilmu dan meningkatkan kapasitas diri demi kemajuan bangsa.
(Fany Wirda Putri)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda