Dalam rangkaian pertemuan tersebut, kedua belah pihak telah menyampaikan kronologi peristiwa, pandangan, serta harapan masing-masing secara terbuka dan konstruktif.
"Sehubungan dengan hal di atas, perlu ditegaskan bahwa insiden terjadi saat yang bersangkutan melakukan kegiatan di kampus tanpa izin resmi dari universitas. Kegiatan dilakukan pada hari Jumat, 29 Maret 2024, yang merupakan hari libur nasional, bertepatan dengan peringatan Wafat Isa Al Masih. Karena hari libur, operasional kampus tidak berlangsung sebagaimana biasanya, termasuk layanan fasilitas penanganan darurat," kata Kepala Humas dan Multimedia Untar, Rorlen dalam keterangan tertulisnya yang diterima Medcom, Rabu, 4 Februari 2026.
Untar menyesalkan, peristiwa ini telah berkembang menjadi kegaduhan di ruang publik, khususnya di media sosial dan media massa. Sehingga menyebabkan beredarnya informasi tanpa penjelasan yang utuh dan menyeluruh.
"Kondisi tersebut berpotensi membentuk opini publik yang tidak proporsional serta menciptakan persepsi yang merugikan institusi, sementara proses komunikasi dan penyelesaian secara dialogis telah dilakukan dan senantiasa terbuka," ujar Rorlen.
Terkait berbagai pandangan yang berkembang, Rorlen menegaskan bahwa proses penyelesaian yang berlangsung bukan merupakan bentuk keterlambatan maupun pengabaian. Proses dialog dan pembahasan, kata Rorlen, dilakukan secara cermat dan bertanggung jawab karena melibatkan berbagai pertimbangan akademik, kelembagaan, serta berbagai pihak, sehingga tidak dapat diselesaikan secara tergesa-gesa.
Dalam kesempatan ini, Untar menyampaikan harapan terbaik agar Lexi Valleno Havlenda dapat tetap melanjutkan pendidikan dan meraih cita-citanya. "Fokus institusi adalah pada keberlanjutan pendidikan Saudara Lexi Valleno Havlenda, dukungan pemulihan fisik termasuk melalui bantuan dana, serta pendampingan psikologis, agar yang bersangkutan dapat melanjutkan studi hingga menyelesaikan pendidikan dan lulus sebagai alumni Untar sebagaimana mestinya," ujar Rorlen.
Untar berharap seluruh proses yang dijalani dapat memberikan solusi yang paling tepat, berimbang, dan bertanggung jawab bagi semua pihak terkait. "Namun, Untar menghormati keputusan pihak Keluarga Lexi Valleno Havlenda yang tidak bersedia menerima dukungan bantuan yang telah kami upayakan. Untuk itu, kami berusaha mencari alternatif penyelesaian agar penanganan peristiwa dapat dicari jalan keluar secara objektif, adil, dan sesuai dengan ketentuan hukum serta tata kelola institusi yang berlaku," terangnya.
Rorlen mengatakan, Untar berkomitmen untuk menjalani seluruh tahapan proses ini secara bertanggungjawab, transparan, dan konsisten, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan, profesionalisme, dan kepastian hukum, serta mengedepankan kepentingan pendidikan.
Sebelumnya, melalui unggahan di akun Instagram @levihavron, ibu Keisya Levronka, Levi Leonita Davies, mencurahkan isi hatinya mengenai insiden yang terjadi dua tahun silam. Unggahan ini bertujuan untuk mengingatkan pihak-pihak terkait yang dinilai sulit dihubungi pascakejadian yang menimpa Vallen.
“Sepertinya memang harus melalui sosial media ya untuk berkomunikasi dengan kalian. Mengingat sudah 2 tahun berlalu begitu saja tanpa penyelesaian pasti dan kesulitan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait. Mungkin kalian lupa karena terlalu sibuk ya. Baik karena sulit sekali berkomunikasi dengan kalian, saya akan ingatkan di sini,” tulis Levi Leonita Davies, dikutip pada Senin, 2 Februari 2026.
Kronologi versi keluarga
Levi menceritakan bahwa putranya merupakan mahasiswa jurusan Hukum angkatan 2023 yang aktif dalam organisasi Mahasiswa Hukum Pecinta Alam di sebuah kampus di Jakarta Barat.“Anak saya adalah salah satu mahasiswa hukum salah satu kampus yang ada di Grogol - Jakarta Barat angkatan 2023, bernama Lexi Valleno Havlenda. Salah satu anggota organisasi Mahasiswa Hukum Pecinta Alam dimana organisasi tersebut dalam naungan kampus,” tulis Levi.
Insiden tragis tersebut terjadi pada April 2023. Saat itu, Lexi tengah melakukan latihan caving atau susur gua di area kampus hingga terjatuh dari lantai enam akibat kegagalan peralatan.
“Singkatnya pada bulan April 2023 ananda tersebut mengikuti kegiatan latihan Caving, dan kegiatan tsb dilakukan di gedung kampus. Dan singkat cerita pada hari itu juga ananda terjatuh dari lantai 6 gedung kampus dikarenakan pengaitnya terlepas,” ungkap sang ibu.
| Baca juga: Kronologi Adik Keisya Levronka Jatuh dari Lantai 6 Kampus, Sang Ibu Tuntut Keadilan |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News