Melalui unggahan di akun Instagram @levihavron, ibu Keisya Levronka, Levi Leonita Davies, mencurahkan isi hatinya mengenai insiden yang terjadi dua tahun silam. Unggahan ini bertujuan untuk mengingatkan pihak-pihak terkait yang dinilai sulit dihubungi pasca-kejadian yang menimpa Vallen.
“Sepertinya memang harus melalui sosial media ya untuk berkomunikasi dengan kalian. Mengingat sudah 2 tahun berlalu begitu saja tanpa penyelesaian pasti dan kesulitan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait. Mungkin kalian lupa karena terlalu sibuk ya. Baik karena sulit sekali berkomunikasi dengan kalian, saya akan ingatkan di sini,” tulis Levi Leonita Davies, dikutip pada Senin, 2 Februari 2026.
Kronologi Kejadian di Area Kampus Grogol
Levi menceritakan bahwa putranya merupakan mahasiswa jurusan Hukum angkatan 2023 yang aktif dalam organisasi Mahasiswa Hukum Pecinta Alam di sebuah kampus di Jakarta Barat.“Anak saya adalah salah satu mahasiswa hukum salah satu kampus yang ada di Grogol - Jakarta Barat angkatan 2023, bernama Lexi Valleno Havlenda. Salah satu anggota organisasi Mahasiswa Hukum Pecinta Alam dimana organisasi tersebut dalam naungan kampus,” tulis Levi.
Insiden tragis tersebut terjadi pada April 2023. Saat itu, Lexi tengah melakukan latihan caving atau susur gua di area kampus hingga terjatuh dari lantai enam akibat kegagalan peralatan.
“Singkatnya pada bulan April 2023 ananda tersebut mengikuti kegiatan latihan Caving, dan kegiatan tsb dilakukan di gedung kampus. Dan singkat cerita pada hari itu juga ananda terjatuh dari lantai 6 gedung kampus dikarenakan pengaitnya terlepas,” ungkap sang ibu.
Dugaan Kesalahan Penanganan Medis Awal
Setelah jatuh, Lexi segera dilarikan ke rumah sakit terdekat yang masih berada di bawah naungan yayasan kampus yang sama. Namun, Levi merasa hancur saat mengetahui bahwa pertolongan pertama yang diberikan kepada anaknya dinilai sangat tidak tepat dan justru membahayakan.“Dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat yang masih satu yayasan dengan kampus. Shock setelah dengar cerita bahwa ternyata untuk penanganan pertamanya saja sudah salah. Bayangkan anak saya yang jatuh dari lantai 6 gedung kampus dibopong lalu didudukkan di kursi roda dan didorong ke kendaraan (taxi online) dan ditidurkan lagi di taxi online,” tulis Levi.
Ia mempertanyakan mengapa pihak kampus tidak menggunakan ambulans dan justru memposisikan tubuh anaknya dengan cara yang berisiko memperparah cedera tulang belakang.
“Pertanyaannya adalah kenapa tidak panggil ambulance sedangkan panggil taxi online pun sama-sama butuh waktu untuk menunggu. Dan kenapa anak saya diangkat dan didudukkan, yang mungkin jika itu tidak dilakukan cederanya tidak fatal seperti ini,” lanjutnya.
Pihak Kampus dan Organisasi Dinilai Lepas Tanggung Jawab
Hingga saat ini, Levi merasa tidak ada pihak yang mau bertanggung jawab secara nyata atas insiden tersebut. Baik pihak kampus maupun organisasi mahasiswa terkait disebut hanya memberikan janji manis tanpa kepastian.“Lalu siapa yg bertanggung jwb? Yah tdk ada. Saling lempar dan janji2 tak pasti. Bahkan sampai saat ini dan entah sampai kapan anak saya masih hrs kontrol beberapa spesialist, terapy syaraf dan obat jalan,” keluh sang ibu.
Levi mengaku telah berupaya melakukan pertemuan formal, namun tetap menemui jalan buntu karena pihak terkait sulit untuk dihubungi.
“Sementara dari pihak kampus atau organisasi tidak ada kejelasan. Dan 2 kali pertemuan dengan pihak kampus pun tidak ada hasil. Berkali-kali saya coba hub pihak-pihak terkait tapi sampai hari ini tidak ada respon,” tambahnya.
Dukungan dari Rekan Artis dan Publik
Di akhir unggahannya, Levi meminta pendapat warganet mengenai siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas musibah yang terjadi di lingkungan pendidikan tersebut.“Menurut kalian........ Siapa yg bertanggung jawab jika anak kita jatuh di area kampus, pada saat melakukan kegiatan yang dinaungi oleh kampus?????? Apakah salah kalau saya meminta pertanggung jawaban kepada pihak kampus dan organisasinya?????? Menurut kalian??????” pungkas Levi.
Keluh kesah ini kemudian viral setelah dibagikan ulang oleh sahabat Keisya Levronka, Ziva Magnolya, melalui akun X @zivamagnolyeah pada 30 Januari 2026. Ziva mengajak publik untuk membantu menyebarkan informasi ini agar keluarga mendapatkan keadilan.
“Postingan ini ditulis oleh Ibu dari teman dekat saya, Keisya Levronka dan kejadian tragis ini di alami sendiri oleh adiknya, Vallen ± 2th tanpa tanggung jawab yang setimpal. Semoga teman-teman disini berkenan membantu share agar keluarga bisa mendapatkan keadilan. Terima kasih,” tulis Ziva.
X / Twitter please do your magic ???????? pic.twitter.com/940hi5Pz8Y
— Ziva Magnolya (@zivamagnolyeah) January 30, 2026
Baca Juga :
Artis Thailand yang Selamat dari Kecelakaan Pesawat Duduk di Nomor yang Sama dengan Korban Selamat Air India
Sebagai informasi, perjuangan Lexi Valleno untuk sembuh sempat terekam dalam video musik Keisya Levronka yang berjudul “Tawamu”, yang menampilkan cuplikan saat dirinya menjalani perawatan di rumah sakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News