Kampus ITS. Dok. ITS
Kampus ITS. Dok. ITS

Kuliah Berbahasa Inggris dan Double Degree? ITS Buka Jalur IUP

Ilham Pratama Putra • 03 Mei 2026 07:00
Ringkasnya gini..
  • ITS menyediakan program internasional pada penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri
  • Mahasiswa dalam negeri juga dapat mendaftar program kelas internasional
  • Saat ini program Internasional Undergraduate ini dapat didaftar pada periode April sampai Juni 2026.
Jakarta: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tidak hanya membuka jalur seleksi berbasis prestasi. Tetapi juga menghadirkan program internasional.
 
Melalui International Undergraduate Program (IUP), ITS menawarkan perkuliahan berbahasa Inggris hingga peluang double degree dengan mitra luar negeri. Dengan program IUP ini kamu bisa merasakan pengalaman global saat kuliah. 
 
“Untuk yang ingin kuliah dalam bahasa Inggris dan punya peluang joint degree atau double degree, bisa melalui program IUP,” ujar Kasubdit Admisi ITS, Nani Kurniati dalam youtube ITS dikutip Minggu 3 Mei 2026. 

Program ini menjadi salah satu bagian dari skema Seleksi Mandiri ITS (SMITS) yang dirancang untuk menjaring talenta unggul dengan orientasi global. ITS menilai kebutuhan akan lulusan berdaya saing internasional semakin penting di tengah kompetisi global.
 
Baca juga: Keren! Mahasiswi ITS Ini Raih SKEM Tertinggi dan Lulus 3,5 Tahun

“ITS ingin menjadi tempat yang tepat bagi talenta yang ingin berkembang hingga ke tingkat internasional,” kata Nani.
 
Melalui IUP, mahasiswa akan menjalani proses pembelajaran menggunakan bahasa Inggris dengan kurikulum yang terintegrasi dengan standar global. Selain itu, mahasiswa juga memiliki kesempatan untuk mengikuti program pertukaran pelajar hingga double degree dengan kampus mitra di luar negeri.
 
“Ada peluang lebih luas untuk joint degree dan double degree dengan mitra ITS di luar negeri,” jelasnya.
 
Adapun pendaftaran IUP ITS ini dapat dilakukan melalui its.ac.id/admission. Periode pendaftaran dibagi atas batch 2 pada 1 April-6 Mei 2026 dan batch 3 pada 26 Mei-24 Juni 2026. 
 
Program ini melengkapi jalur SMITS-FLAT (Future Leader and Academic Talent), sebagai jalur mandiri berbasis prestasi di ITS. Jalur tersebut menekankan tidak hanya kemampuan akademik, tetapi juga kepemimpinan dan potensi pengembangan diri mahasiswa.
 
“SMITS-FLAT ditujukan untuk siswa dengan leadership yang baik dan academic talent yang kuat,” ujar Nani.
 
ITS juga memberikan ruang bagi berbagai jenis prestasi sebagai tiket masuk, mulai dari akademik hingga non-akademik. Bahkan, pengalaman organisasi dan capaian di bidang olahraga atau seni turut diperhitungkan dalam seleksi.
 
“Prestasi akademik maupun non-akademik, termasuk organisasi, bisa menjadi jalur masuk ke ITS,” katanya.
 
Menariknya, ITS turut mengakui prestasi unik seperti kemampuan menghafal Al-quran sebagai bagian dari keunggulan individu. Hal ini menunjukkan bahwa kampus tidak lagi memandang prestasi secara sempit.
 
“Prestasi itu adalah keunggulan pribadi yang bisa dibanggakan dan menjadi tiket masuk ke perguruan tinggi,” ungkap Nani.
 
Selain jalur berbasis prestasi, ITS juga menyediakan opsi seleksi mandiri berbasis tes melalui SMITS-Academic and Competence Excellence (ACE). Jalur SMITS ACE memberikan fleksibilitas bagi calon mahasiswa yang ingin menggunakan nilai UTBK atau mengikuti tes mandiri secara online.
 
Di sisi lain, ITS juga menghadirkan jalur mandiri dengan skema beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Dalam jalur ini, mahasiswa yang lolos dapat memperoleh pembebasan Iuran Pengembangan Institusi (IPI).
 
“Mandiri tetapi berbeasiswa, IPI-nya dibayarkan oleh ITS,” kata Nani.
 
Kebijakan ini menunjukkan komitmen ITS dalam memperluas akses pendidikan tinggi tanpa mengesampingkan kualitas. Kampus ingin memastikan bahwa setiap siswa berprestasi memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
 
“Jangan putus asa bila punya prestasi, tetap ada kesempatan untuk kuliah,” ujarnya.
 
Dengan kombinasi jalur prestasi, beasiswa, hingga program internasional, ITS berupaya menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif sekaligus kompetitif. Mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga pengalaman global yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
 
“ITS membuka peluang seluas-luasnya bagi talenta untuk berkembang, termasuk di tingkat internasional,” pungkas Nani.
 
Baca juga: Top! 3 Bidang Studi Baru ITS Masuk QS WUR by Subject 2026

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan