Musim kemarau. DOK Medcom
Musim kemarau. DOK Medcom

Waspada! Wilayah Ini Masuk Musim Kemarau April 2026

Renatha Swasty • 31 Maret 2026 19:03
Ringkasnya gini..
  • Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi memasuki musim kemarau 2026 bertahap dalam tiga bulan ke depan, yakni pada bulan April, Mei, dan Juni.
  • Pada bulan April 2026, sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia diprediksi memasuki musim kemarau.
  • Wilayah yang lebih dahulu merasakan datangnya musim kering ini meliputi sebagian kecil Pulau Jawa, Bali, serta sebagian besar kawasan Nusa Tenggara.
Jakarta: Sejumlah wilayah Indonesia memasuki babak baru dalam siklus iklim tahunannya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan sebagian wilayah Indonesia telah memasuki periode musim kemarau 2026.
 
Musim kemarau tahun ini tidak datang serentak di seluruh penjuru negeri. Setiap wilayah memiliki jadwal masuknya musim kemarau berbeda-beda, tergantung pada kondisi geografis, topografi, serta dinamika atmosfer di masing-masing daerah.
 
Secara umum, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi akan memasuki musim kemarau 2026 secara bertahap dalam tiga bulan ke depan, yakni pada bulan April, Mei, dan Juni. Proses peralihan dari musim hujan ke musim kemarau ini perlu diantisipasi sejak dini oleh seluruh lapisan masyarakat.

Berkurangnya intensitas curah hujan di berbagai daerah menjadi tanda awal yang perlu segera diperhatikan oleh masyarakat. Kondisi ini menjadi pengingat penting untuk selalu memantau informasi iklim terkini dari sumber resmi seperti BMKG.
 
BMKG mengimbau seluruh masyarakat mulai mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau yang akan datang. Kesiapsiagaan sejak awal menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak negatif seperti kekeringan, kebakaran lahan, hingga krisis air bersih.

April 2026: Awal Musim Kemarau di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara

Mengutip unggahan akun Instagram @infobmkg, pada bulan April 2026, sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia diprediksi memasuki musim kemarau. Wilayah yang lebih dahulu merasakan datangnya musim kering ini meliputi sebagian kecil Pulau Jawa, Bali, serta sebagian besar kawasan Nusa Tenggara.
 
Nusa Tenggara menjadi salah satu kawasan yang paling awal merasakan dampak musim kemarau setiap tahunnya. Karakteristik wilayah ini yang lebih kering dibandingkan dengan pulau-pulau lain membuat masyarakat setempat tetap perlu mempersiapkan diri dengan matang.
   

Mei 2026: Sumatera, Jawa, Bali, dan Papua

Memasuki bulan Mei 2026, cakupan wilayah yang masuk musim kemarau semakin meluas hingga mencapai sekitar 26,3 persen wilayah Indonesia. Wilayah yang terdampak pada bulan ini meliputi sebagian Sumatra, Jawa, dan Bali, serta sebagian wilayah Papua.
 
Persentase ini menjadikan Mei sebagai bulan dengan cakupan wilayah terdampak terbesar dalam fase awal musim kemarau 2026. Masyarakat di wilayah tersebut diharapkan sudah mulai melakukan langkah antisipasi seperti menyiapkan cadangan air dan mewaspadai potensi kebakaran lahan.

Juni 2026: Sumatra dan Kalimantan 

Pada bulan Juni 2026, sekitar 23,3 persen wilayah Indonesia diprediksi turut memasuki musim kemarau. Wilayah yang terdampak mencakup sebagian besar Sumatra dan Kalimantan, sebagian Sulawesi, Maluku, serta Papua Barat.
 
Luasnya cakupan Sumatra dan Kalimantan yang masuk musim kemarau di bulan Juni patut mendapat perhatian serius. Kedua pulau tersebut menyimpan kawasan hutan yang sangat rentan terhadap risiko kebakaran saat musim kering tiba.

Penyebab dan durasi Musim Kemarau 2026

Pihak BMKG menjelaskan musim kemarau 2026 diprediksi datang lebih awal atau maju dari rata-rata klimatologinya di 46,5 persen wilayah Indonesia. Hal ini berkaitan dengan fase Netral menuju El Niño kategori lemah yang mulai terpantau pada pertengahan tahun.
 
Meskipun dimulai pada April, puncak musim kemarau diperkirakan baru akan terjadi secara merata pada bulan Agustus 2026. Secara keseluruhan, sekitar 57,2 persen wilayah Indonesia diprediksi akan menghadapi durasi kemarau yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. (Talitha Islamey)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan