Dalam OTT tersebut, KPK turut mengamankan Wakil Rektor Bidang Akademik Noor Farid dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Norman Arie Prayogo. Selain itu, penyidik mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah.
Akhmad Sodiq telah memimpin Unsoed sejak 2022 dengan gelar lengkap Prof Dr Ir Akhmad Sodiq MSc Agr IPU ASEAN Eng. Sebelum menduduki posisi tersebut, ia memiliki perjalanan akademik cukup panjang hingga meraih gelar doktor di Jerman.
Seperti apa profil dan riwayat pendidikan Akhmad Sodiq? Simak informasinya dikutip dari laman unsoed.ac.id dan pddikti.kemdiktisaintek.go.id:
Profil Akhmad Sodiq
Akhmad Sodiq merupakan akademisi dari Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Ia dipercaya memimpin kampus tersebut sebagai rektor sejak 2022.Sebelum menduduki posisi tersebut, perjalanan akademiknya ditempuh hingga jenjang doktor di Jerman. Ia mengawali pendidikan tinggi di Fakultas Peternakan Unsoed, kemudian melanjutkan studi magister dan doktor pada bidang Animal Science.
Pendidikan Akhmad Sodiq
Perjalanan pendidikan tersebut tercatat dalam data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Akhmad Sodiq memperoleh gelar Insinyur dari Unsoed pada 1992, kemudian meraih gelar Doktor dari Universitat Kassel, Jerman pada 2004.Lebih lengkap, berikut riwayat pendidikan Akhmad Sodiq:
- Sarjana Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman
- Magister George August University, bidang Animal Science
- Doktor Universitat Kassel, Jerman, bidang Animal Science
Aktivitasnya di dunia akademik tidak hanya berlangsung melalui kegiatan mengajar. Ia juga aktif melakukan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta menghasilkan berbagai karya ilmiah di bidang peternakan.
Salah satu penelitiannya berkaitan dengan produktivitas domba potong di Kabupaten Banyumas. Selain itu, ia tercatat menghasilkan sejumlah prosiding dalam seminar nasional maupun internasional yang masih berkaitan dengan bidang peternakan.
Penghargaan Akhmad Sodiq
Selama berkarier sebagai akademisi, Akhmad Sodiq tercatat memperoleh sejumlah penghargaan di antaranya Piagam Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya XX Tahun pada 2017 dan Unsoed Award Bidang Pengabdian kepada Masyarakat. Akhmad Sodiq juga tercatat lima kali meraih penghargaan sebagai dosen berprestasi. Berikut rinciannya:- Dosen Berprestasi I Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Tahun 2009
- Dosen Berprestasi II Universitas Jenderal Soedirman Tahun 2009
- Dosen Berprestasi Bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Peternakan Unsoed
- Dosen Berprestasi III Universitas Jenderal Soedirman Tahun 2006
- Dosen Berprestasi I Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Tahun 2006
Jejak Organisasi Akhmad Sodiq
Di luar aktivitas akademik, Akhmad Sodiq juga aktif dalam sejumlah organisasi profesi dan kemasyarakatan. Ia tercatat sebagai Dewan Pengawas DPW Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Jawa Tengah dan pernah menjadi Ketua Cabang ISPI Jawa Tengah 2.Ia juga pernah menduduki posisi Dewan Pakar Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI). Selain itu, Akhmad Sodiq tercatat sebagai Dewan Pembina Asosiasi Sarjana Membangun Desa Jawa Tengah dan Dewan Pembina Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Unsoed.
Dalam organisasi keagamaan, Akhmad Sodiq tercatat sebagai A'wan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyumas. Dia juga menjadi Dewan Kehormatan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Kabupaten Banyumas.
Akhmad Sodiq Terjerat OTT KPK
Rekam jejak pendidikan dan karier Akhmad Sodiq kini menjadi perhatian setelah ditangkap KPK dalam OTT. Operasi tersebut diduga berkaitan dengan penerimaan uang dalam proses penerimaan mahasiswa baru di Unsoed.Selain Akhmad Sodiq, KPK turut mengamankan Wakil Rektor Bidang Akademik Noor Farid dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Norman Arie Prayogo. Secara keseluruhan, ada 14 orang yang diamankan dalam OTT tersebut, terdiri atas 12 orang di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dan dua orang di Jakarta.
Sebanyak 12 orang yang diamankan di Purwokerto menjalani pemeriksaan awal di Mapolresta Banyumas pada Kamis, 20 Agustus 2026. Setelah pemeriksaan itu, tujuh orang dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan pihaknya turut mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah. KPK menyayangkan dugaan praktik korupsi yang terjadi di lingkungan pendidikan karena perguruan tinggi semestinya menjadi tempat penanaman nilai dan karakter.
"Artinya, transaksional sudah terjadi saat mahasiswa baru membuka gerbang masuk kampus. Gerbang yang semestinya menjadi gapura cita-cita dan masa depan bangsa," ujar Budi dikutip dari laman mediaindonesia.com, Jumat, 21 Agustus 2026.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda