Siswa memindahkan papan bank data kelas yang atapnya ambruk di SDN Tegallaja, Desa Sukatani, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, ANT/Raisan Al Farisi.
Siswa memindahkan papan bank data kelas yang atapnya ambruk di SDN Tegallaja, Desa Sukatani, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, ANT/Raisan Al Farisi.

Kualitas Guru dan Sarpras Pendidikan di Bawah Rata-rata

Pendidikan Akreditasi Sekolah
Intan Yunelia • 14 Desember 2018 14:32
Jakarta: Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) akan menyampaikan rekomendasi hasil analisis akreditasi sekolah dan madrasah kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dua layanan pendidikan yang harus menjadi perhatian khusus adalah kualitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) juga sarana prasarana pendidikan.
 
Berdasarkan hasil analisis akreditasisekolah dan madrasah yang dilakukan BAN-S/M di 2018 diketahui, nilai standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) danstandar sarana prasarana pendidikan masih di bawah nilai rata-rata standar lainnya. Nilai tersebut merujuk padatingkat pemenuhan delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP).
 
Hasil pada satuan pendidikan jenjang SD dan MI misalnya, rata-rata nilai standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) serta sarana prasarana masih di bawah nilai rata-rata standar lainnya.Baik untuk sekolahdengan kategori sasaran baru maupun reakreditasi. Contoh, untuk jenjang SD padasasaran baru, capaian pemenuhan standar PTK sebesar 71,7 dan sarpras sebesar 69,7.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kondisi ini juga terjadi di semua jenjang pendidikan (SMP dan SMA sederajat)," kataKetua BAN-S/M, Toni Toharudin kepadaMedcom.iddi Jakarta, Jumat, 14 Desember 2018.
 
Baca:Praktisi: Sistem Zonasi Perlu Jaminan Keberlanjutan
 
Toni berharap, hasil akreditasi menjadi bagian penting dari pelaksanaan sistem zonasi pendidikan. Sehingga hasil yang diharapkan dari sistem zonasi akan tercapai, di sisi lain juga berdampak pada meningkatnya nilai akreditasi sekolah dan madrasah.
 
"Karena tujuan zonasi itu ingin mempercepat pemerataan pendidikan yang bermutu," ujar Toni.
 
Realisasi jumlah sekolah/madrasah yang diakreditasi dan telah ditetapkan sampai tanggal 10 Desember 2018 sebanyak 51.979 Sekolah dan Madrasah dari kuota 54.000 yang ada. "Jumlah tersebut belum menyertakan hasil akreditasi sekolah/madrasah dari Provinsi Papua dan Papua Barat, karena ada kendala teknis dan baru dalam proses penetapan," kata Toni.
 
Dari jumlah sekolah/madrasah yang telah diakreditasi, 17.695 (34.04%) merupakan kategori sekolah/madrasah sasaran baru dan 34.284 (65.96%) sekolah/madrasah kategori reakreditasi.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif