Sukses Dongkrak Perekonomian Warga

Festival Cipayung Berpotensi Jadi Acara Tahunan

Citra Larasati 08 Oktober 2018 13:14 WIB
budaya
Festival Cipayung Berpotensi Jadi Acara Tahunan
Suasana penyelenggaraan Festival Cipayung 2018 "Pagelaran Seni Budaya Betawi".
Jakarta:  Festival Cipayung 2018 "Pagelaran Seni Budaya Betawi" yang digelar 6-7 Oktober 2018 sukses digelar. Festival yang digagas oleh Rumpun Masyarakat Betawi (RMB) ini, turut mendongkrak perekonomian warga dengan menyediakan produk-produk betawi yang dijajakan di sekitar di lokasi.

Dalam dua hari pelaksanaan tersebut, pagelaran ini menampilkan kesenian dan kebudayan betawi.  Mulai dari tari-tarian, kompetisi East Jakarta Silat Festival,  komedi betawi, musik tradisional Gambang Kromong hingga grup musik berkultur betawi, seperti Rungseb Band, dan Biang Kerok. 


Nur Ali, ketua RMB mengatakan, festival ini bisa dijadikan proyek percontohan. "Bayangkan jika di setiap kecamatan di Jakarta kita bisa menghidupkan kesenian, budaya dan perekonomian warga betawi. Betapa kuatnya tali silaturahmi kita," Ujar Ali, di Lapangan Bambu Hitam, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, lokasi digelarnya Festial Cipayung Kedua, Minggu, 7 Oktober 2018.

Menurut Ali, festival ini terwujud berkat dukungan Pemerintahan Daerah (Pemda) Jakarta Tmur beserta SKPD-nya.  Selain itu juga andil besar organisasi kebetawian, seperti Astrabi (Asosiasi Silat Tradisi Betawi Indonesia). 

Baca: Pelestarian Batik Harus Mengedepankan Aspek Kekinian

Wali kota Jakarta Timur Muhammad Anwar yang hadir membuka pelaksaan di hari kedua berjanji akan mendukung kegiatan ini agar rutin diselenggarakan setiap tahun.

"Jika dari hasil evaluasi nanti, Festival Cipayung terbukti mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, sudah pasti kami akan terus mendukung penyelenggaraan festival ini," tegasnya.

Festival Silat

Pada hari kedua Festival Cipayung, ratusan pesilat dari perguruan-perguruan yang tergabung dalam Astrabi juga tampil dan berkompetisi dalam East Jakarta Silat Festival (EJSF).  Mereka menampilkan koreografi silat terbaik dari berbagai kategori usia.

Kompetisi ini memperebutkan puluhan trofi serta piala bergilir Wali Kota Jakarta Timur.  "EJSF ini adalah yang pertama kali diselenggarakan. Kita fokus ke silat koreografi," jelas Ketua Umum Astrabi, Anwar Al-Batawie.

Menurut Anwar, silat koreografi merupakan dasar-dasar silat yang dipertandingkan dalam kejuaraan-kejuaraan di bawah IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).   Dengan EJSF ini, Anwar mengharapakan para pesilat tradisional bisa belajar.  Hingga akhirnya berpretasi di tingkat nasional ataupun internasional. 

Anwar juga menilai, penyelenggarakan EJSF dan Festival Cipayung ini cukup sukses.  Terlihat dari jumlah peserta, animo penonton yang datang menikmati pertunjukan, serta keterlibatan dan efek positif bagi warga sekitar. 

Ini menjadi dasar Festival Cipayung mungkin akan diselenggarakan kembali tahun depan dengan lebih bagus. "Khusus EJSF, melihat peserta yang sangat antusias, tahun depan kita akan menyelenggarakannya di salah satu GOR di Jakarta Timur," tutup Anwar.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id