Mahasiswa PNC media visit ke Metro TV. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id
Mahasiswa PNC media visit ke Metro TV. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id

Dunia Nyata Broadcasting Jauh Lebih Kompleks dari Teori Kampus, Apa Bedanya?

Ilham Pratama Putra • 15 Juli 2026 17:25
Ringkasnya gini..
  • Mahasiswa PNC menyebut dunia broadcasting profesional lebih kompleks dari praktik di kampus.
  • Muhammad Fikri dan Rafli Nur Afandi mendapat gambaran nyata proses produksi televisi.
  • Kunjungan ke Metro TV membuka wawasan tentang magang, koordinasi tim, dan karier di industri media.
Jakarta: Kunjungan industri menjadi salah satu cara perguruan tinggi mempersempit kesenjangan antara pembelajaran di kelas dengan kebutuhan dunia kerja. Hal itu dirasakan mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Multimedia Politeknik Negeri Cilacap (PNC) setelah melihat langsung proses produksi siaran di Metro TV.
 
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa dari Program Studi Teknologi Rekayasa Multimedia dan Teknik Informatika diterjunkan untuk melihat berbagai lini produksi, mulai dari studio, control room, hingga alur koordinasi antartim dalam menghasilkan siaran. Mahasiswa semester IV Teknologi Rekayasa Multimedia, Muhammad Fikri, mengatakan kunjungan itu membuktikan bahwa materi yang dipelajari selama kuliah benar-benar diterapkan di industri.
 
"Selama kuliah kan banyak teori. Di sini kami jadi melihat langsung ternyata yang dipelajari memang benar-benar digunakan di industri. Jadi kami mendapat gambaran nyata tentang dunia kerja," ujarnya di kantor Media Group Network, Jakarta, Rabu 15 Juli 2026.
 
Baca juga: 
 
 


Kunjungan tersebut kata dia memberikan gambaran nyata mengenai sistem kerja industri penyiaran yang selama ini hanya dipelajari melalui teori dan praktik dalam skala terbatas di kampus. Fikri menilai proses produksi televisi profesional jauh lebih kompleks dibandingkan simulasi yang dilakukan saat perkuliahan.
 
Hal senada disampaikan mahasiswa lainnya, Rafli Nur Afandi. Ia mengaku paling tertarik melihat sistem kerja di ruang kontrol produksi yang melibatkan banyak personel dengan pembagian tugas yang sangat spesifik.
 
Menurut Rafli, di kampus satu orang kerap merangkap berbagai pekerjaan ketika memproduksi siaran atau live streaming. Sebaliknya, di industri setiap posisi memiliki tanggung jawab yang berbeda sehingga koordinasi menjadi faktor utama.
 
"Kalau di kampus biasanya satu operator harus multitalenta. Di sini ada yang khusus desain grafis, visual effect, audio, kamera, sampai operator control room. Kami jadi belajar bagaimana koordinasi dalam produksi profesional dilakukan," katanya.
 
Pengalaman tersebut semakin memantapkan minat mereka untuk berkarier di industri media. Rafli mengaku kunjungan itu juga membuka wawasan mengenai proses magang hingga peluang bekerja di perusahaan media.
 
"Kami jadi tahu tools yang digunakan, proses magangnya seperti apa, sampai tahapan untuk bekerja. Penjelasannya sangat informatif dan membuat kami semakin tertarik berkarier di industri broadcasting," ungkapnya.
 
Dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Multimedia PNC, Santi Purwaningrum, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari mata kuliah broadcasting. Menurut dia, para mahasiswa memang membutuhkan pengenalan langsung terhadap praktik industri.
 
"Kenapa kami memilih ke Metro, salah satunya karena fokusnya juga di broadcasting. Jadi pas ke sini ternyata sangat cocok. Banyak ilmu yang kami dapat, terutama gambaran dunia kerja yang cakupannya jauh lebih besar dibandingkan yang dipelajari di kampus," kata Santi.
 
Baca juga: Prodi Tak Relevan Tidak Perlu Ditutup, Ini yang Bisa Dilakukan Kampus  

 
Menurut dia, praktik yang dilakukan mahasiswa di lingkungan kampus masih berada dalam lingkup terbatas. Karena itu, pengalaman melihat proses produksi media secara langsung menjadi bekal penting sebelum mahasiswa memasuki dunia kerja.
 
Sementara itu, Santi mengatakan kerja sama antara Politeknik Negeri Cilacap dan Metro TV tidak berhenti pada kunjungan industri. Kedua pihak sebelumnya telah menjalin nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar penguatan kurikulum berbasis kebutuhan industri.
 
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat diperluas melalui program magang, dan penelitian bersama. Termasuk kemungkinan membuka peluang rekrutmen lulusan Politeknik Negeri Cilacap di masa mendatang.
 
"Kami berharap hubungan ini semakin solid. Tidak hanya untuk kunjungan industri, tetapi juga magang, penelitian, pelatihan, hingga kalau nanti ada rekrutmen SDM, lulusan PNC bisa ikut bergabung," kata Santi.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan