Pembukaan kantor perwakilan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang dihasilkan dari kunjungan Presiden Republik Indonesia (RI) sebelumnya. Salah satu poin kerja sama tersebut adalah pembentukan "Turkish Corner" di Masjid Istiqlal, di mana acara peluncuran ini sekaligus menjadi kegiatan perdana dari inisiatif tersebut.
CEO Edutolia Education, Ibrahim Albayrak, menyampaikan bahwa agenda ini memiliki misi besar untuk memperkuat ikatan historis antara kedua negara.
"Tujuannya sangat banyak, salah satunya dimulai dari sejarah. Indonesia dan Turki memiliki hubungan sejarah yang sangat baik. Kami ingin masyarakat kembali mengingat dan menjaga kedekatan hubungan ini melalui kolaborasi nyata," ujar Ibrahim kepada medcom.id dalam acara Public Talk bertajuk "Between Brain and Soul: A Psychiatrist's Perspective on Tasawuf and Mental Health” di VVIP Hall Masjid Istiqlal, Jumat, 3 April 2026.
Kehadiran sosok Prof. Nevzat Tarhan, pendiri sekaligus rektor Üsküdar University, menjadi magnet utama dalam kerja sama ini. Nevzat dikenal sebagai tokoh ikonik di Turki dengan karya-karya literatur yang telah terjual jutaan kopi di seluruh dunia, termasuk menjadi best-seller di Indonesia.
Dengan dibukanya kantor perwakilan resmi, calon mahasiswa asal Indonesia kini memiliki akses langsung dan aman untuk berkonsultasi mengenai studi di Turki. Kantor ini berfungsi sebagai pusat informasi terpercaya bagi para siswa maupun orang tua yang ingin mengetahui mekanisme pendaftaran hingga layanan pendidikan di Üsküdar University.
"Kehadiran kantor ini menunjukkan keseriusan Üsküdar University dalam menyambut pelajar Indonesia. Ini adalah alamat yang kredibel bagi mereka untuk bertanya dan mendaftar secara langsung tanpa keraguan," tambah Ibrahim.
Selain promosi pendidikan, kolaborasi ini juga bertujuan untuk memperkenalkan budaya dan bahasa Turki secara lebih luas di Indonesia. Dia berharap melalui Turkish Corner dan kantor perwakilan ini, pertukaran ilmu pengetahuan dan budaya antara kedua negara dapat terus berkembang secara berkelanjutan. (Talitha Islamey)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News