Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti), Kemendikbud, Nizam. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama
Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti), Kemendikbud, Nizam. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama

Kemendikbud Ingatkan Unsika Agar Beri Relaksasi 'Uang Pangkal'

Pendidikan Pendidikan Tinggi Biaya Pendidikan
Ilham Pratama Putra • 11 September 2020 11:22
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah memberi peringatan kepada pihak Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) agar memberikan relaksasi Iuran Pembangunan Institusi (IPI) atau uang pangkal. Pembiayaan di perguruan tinggi negeri tidak boleh memberatkan terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini.
 
"Betul (beri peringatan untuk melakukan relaksasi)," kata Nizam kepada Medcom.id, Jumat 11 September 2020.
 
Nizam menjelaskan, hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Pendidikan dan Kebudayaan nomor 25 tahun 2020. Permendikbud itu mengatur agar perguruan tinggi mengatur keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa di tengah pandemi virus korona (covid-19).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan (Permendikbud nomor 25 tahun 2020)," jelas Nizam.
 
Mahalnya IPI di Unsika diduga telah membuat sebagian mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021 memilih mundur. Mereka mencabut berkas sebagai mahasiswa di Unsika karena tidak sanggup membayar IPI yang disebut mencapai Rp45 juta.
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim sebelumnya mengeluarkan kebijakan yang mengatur keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa di tengah pandemi covid-19. Kebijakan tersebut diatur melalui Peraturan Mendikbud Nomor 25 Tahun 2029.
 
Baca juga:#Unsikakenapasih Trending di Twitter, Mahasiswa Baru Keberatan Bayar Rp45 Juta
 
Dalam aturan tersebut Perguruan Tinggi boleh menyesuaikan UKT bagi mahasiswanya. Hal ini diterapkan karena banyaknya kondisi ekonomi mahasiswa dan orang tua yang terpuruk akibat pandemi.
 
"Masing-masing universitas itu boleh dan bisa menyesuaikan UKT secara eksplisit untuk keluarga yang mengalami kendala finansial akibat pandemi covid-19," kata Nadiem dalam konferensi video, Jumat 19 Juni 2020.
 
Mahasiswa juga bisa mendapatkan keringanan cicilan pembayaran UKT dari universitas. Pihak universitas juga bisa memberikan penundaan pembayaran UKT bagi mahasiswa.
 
"Mereka bisa menunda juga pembayaran UKT tersebut. Tanggal pembayaran disesuaikan dan bisa juga UKT nya diturunkan berdasarkan kemampuan ekonomi. Dengan ini mahasiswa bisa menghemat biaya dan menghindari putus kuliah," pungkas Nadiem.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif