Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

#Unsikakenapasih Trending di Twitter, Mahasiswa Baru Keberatan Bayar Rp45 Juta

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Ilham Pratama Putra • 10 September 2020 14:59
Jakarta: Tagar #Unsikakenapasih menempati peringkat pertama sebagai cuitan terpopuler di Twitter. Tagar tersebut diikuti oleh keluhan warganet yang menyatakan mahalnya Iuran Pembangunan Institusi (IPI) salah satu perguruan tinggi negeri, yang diduga ialah Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika).
 
Mahalnya IPI di kampus tersebut diduga telah membuat sebagian mahasiswa baru mundur. Mereka mencabut berkas mereka sebagai mahasiswa di Unsika.
 
"#Unsikakenapasih IPI sampai 45 juta enggak jadi masuk ah," ujar salah satu akun dengan nama pengguna @kharismahara di twitter, Kamis 10 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Warganet lainnya bahkan menyatakan mundur walaupun telah diterima sebagai mahasiswa baru. Akun twitter dengan nama @Romadho18017582 menyatakan tidak sanggup membayar IPI karena pihak kampus tak juga memberi keringanan di tengah pandemi covid-19.
 
"Kejam bangat sih parah #Unsikakenapasih pusing sampai enggak ada keringanan," tulis akun tersebut.
 
Beberapa akun lainnya malah menyebut besaran uang IPI tak sebanding dengan fasilitas kampus. Besaran IPI tak membuat fasilitas kampus terlihat baik.
 
"Ada curug (air terjun) dalam Fakultas Hukum (FH) atap bocor. lift rusak. Udah bayar mahal, jujur ngilu banget liatnya sempet labil buat nerusin," tulis akun @tsymxndd.
 
Setidaknya sudah ada 6.520 cuitan dengan #Unsikakenapasih pada Kamis 10 September 2020 pukul 13:39 WIB. Cuitan dengan tagar tersebut terus bertambah setiap menitnya di Twitter. HIngga berita ini diturunkan, pihak Unsika belum memberi tanggapannya.
 
Baca juga:Nadiem Terbitkan Permendikbud 'Keringanan UKT' di Masa Pandemi
 
Sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim sempat menyatakan jika tidak ada mahasiswa yang boleh gagal kuliah karena kendala finansial. Berbagai bantuan seperti keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) atau relaksasi dalam bentuk lainnya, kata Nadiem harus diberikan kepada mahasiswa.
 
"Masing-masing universitas itu boleh, dan bisa menyesuaikan UKT secara eksplisit untuk keluarga yang mengalami kendala finansial akibat pandemi Covid-19. Jadinya arahan kebijakan ini manfaatnya apa untuk mahasiswa. Jadi keberlanjutan kuliah tidak terganggu selama pandemi," kata Nadiem dalam konferensi video, Jumat 19 Juni 2020.
 
Mahasiswa juga bisa mendapatkan keringanan cicilan pembayaran UKT dari universitas. Pihak universitas juga bisa memberikan penundaan pembayaran UKT bagi mahasiswa.
 
"Mereka bisa menunda juga pembayaran UKT tersebut. Tanggal pembayaran disesuaikan dan bisa juga UKT-nya diturunkan berdasarkan kemampuan ekonomi. Dengan ini mahasiswa bisa menghemat biaya dan menghindari putus kuliah," pungkas Nadiem.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif