Suasana raker di Komisi X DPR. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia
Suasana raker di Komisi X DPR. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia

RUU Cipta Kerja, Komisi X Jaring Masukan dari Profesor

Pendidikan Kebijakan pendidikan Omnibus Law
Ilham Pratama Putra • 11 Mei 2020 15:59
Jakarta: Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menyebut, pihaknya tengah mempersiapkan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja. Ia berharap seluruh guru besar hingga pakar pendidikan di perguruan tinggi turut aktif dalam memberikan masukan kepada Komisi X DPR.
 
Menurutnya proses penyusunan ini tidaklah mudah. "Sangat sulit membuat rancangan undang-undang yang menguntungkan seluruh pihak secara adil dan merata," kata Hetifah dalam Konferensi Video, Senin 11 Mei 2020.
 
Untuk itu, pihaknya masih terus mendengarkan masukan dari organisasi maupun guru besar hingga para profesor di dunia pendidikan. Dia para pakar untuk terlibat aktif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itulah kami berharap apabila dalam proses ini bapak ibu profesor bisa aktif dan terlibat untuk meningkatkan kualitas UU yang dihasilkan nanti," lanjutnya.
 
Baca juga:RUU Cipta Kerja Berpotensi Lemahkan Hasil Pendidikan
 
Hetifa menjelaskan, draf undang-undang bakal dikirimkan oleh pemerintah. Untuk selanjutnya akan dibahas oleh baleg (Badan Legislatif) juga pemerintah nantinya.
 
"DPR akan membuat tim dan pasal per pasal akan dibahas secara detil, dan kalau sudah ada pandangan dari masing-masing fraksi dan pemerintah tentang RUU Cipta kerja ini barulah draf ini akan disahkan dalam UU," ujarnya.
 
Anggota Komisi X lainnya, Ferdiansyah menyebutkan pihaknya masih mengumpulkan bahan-bahan pembahasan terkait RUU Cipta Kerja di bidang pendidikan. Salah satu masukan datang dari Guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Hariadi Kartodohardjo yang mewanti agar RUU jangan bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 45 pasal 28 C dan 28 E.
 
"Itu dalam konteks nirlaba sebagai jalan tengah, maka ada kekhawatiran mengenai yang pasal 28 E dan C, apa yang tertera nantinya tidak melenceng dari situ. Yang jelas ini niat baik kita sebagai akademisi," pungkas Ferdiansyah.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif