Guru tengah mengajarkan murid di muka kelas, MI/Gino Hadi.
Guru tengah mengajarkan murid di muka kelas, MI/Gino Hadi.

Pernah Mengajar di Daerah 3T Bisa Jadi Syarat Promosi Jabatan

Pendidikan Redistribusi Guru
Intan Yunelia • 11 Juni 2019 17:05
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menerapkan kebijakan merotasi guru untuk ditempatkan di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) di seluruh Indonesia. Setiap guru nantinya harus memiliki pengalaman mengajar di daerah 3T, terutama guru terbaik karena akan menjadi nilai tambah saat mendapat promosi jabatan.
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, setiap daerah harus merotasi guru terbaiknya ke daerah 3T. Rotasi ini dapat dimasukkan sebagai salah satu syarat guru untuk mendapat promosi atau naik jabatan.
 
“Seperti ASN (Aparatur Sipil Negara) lainlah. Tentarakanjuga begitu, kalau naik promosi harus ditugaskan di medan berat dulu. Jadi itu (rotasi ke daerah 3T) bisa dijadikan salah satu syarat promosi,” kata Muhadjirusai Halalbihalal di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Mendikbud Desak Daerah Implementasikan Redistribusi Guru
 
Namun ia menegaskan, syarat itu tidak wajib dimasukkan dalam tahapan promosi jabatan. Hanya saja ia meyakini akan menjadi nilai tambah jika guru penerima promosi jabatan pernah mengajar di daerah 3T. Sementara untuk rotasi guru ke daerah 3T tetap wajib dilakukan.
 
Rotasi ke daerah 3T perlu dilakukan, karena mempertimbangkan ketimpangan pendidikan yang terjadi di sejumlah wilayah. “Kebijakan rotasi, setiap guru harus punya pengalaman kerja di wilayah 3T. Tidak boleh ada guru yang tidak pernah mengajar di 3T,” kata Muhadjir.
 
Ia mengatakan, pemerintah pusat dan pemerintah daerah akan membahas teknis penempatan guru di wilayah 3T. Soal durasi pengabdian dan insentif yang diberikan.
 
“Nanti akan kita atur berapa lama guru itu wajib mengajar di wilayah 3T, fasilitas dan insentif apa yang diberikan untuk mereka yang ditugaskan di 3T,” ujar Muhadjir.
 
Baca:Kebijakan Zonasi Didorong Punya Perpres
 
Durasi penempatan guru di wilayah 3T juga akan dibuat lebih panjang dibandingkan dengan program Guru Garis Depan (GGD) yang selama ini berjalan. Hal ini untuk mengantisipasi adanya kekosongan guru karena rotasi yang terbilang singkat.
 
“Kalau begitu terus-terusan minta prioritas guru 3T dan tiga atau empat tahun ke depan sudah hilang lagi kapan selesainya,” papar Muhadjir.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif