Contoh e-KTM Unair. DOK Unair
Contoh e-KTM Unair. DOK Unair

Tak Usah Lagi Takut Hilang, Unair Bakal Luncurkan e-KTM

Renatha Swasty • 21 Juni 2022 13:30
Jakarta: Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) tak perlu lagi takut kehilangan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Unair bakal meluncurkan KTM elektronik (e-KTM) yang datanya tersimpan di laman cybercampus.unair.ac.id.
 
“Jadi, kalau KTM hilang, tinggal di-generate saja sendiri versi elektroniknya. Di samping itu, laman cyber juga telah tersinkronisasi dengan aplikasi Kampus Kita Mahasiswa," kata Direktur Pendidikan Sukardiman dikutip dari laman unair.ac.id, Selasa, 21 Juni 2022.
 
Dia memaparkan untuk mahasiswa angkatan 2022, KTM tidak lagi dwifungsi bersamaan dengan ATM karena telah di pisah. Sementara itu, mahasiswa angkatan sebelumnya masih tetap bisa mengakses ATM dengan KTM lama.

Maman menyebut penyiapan e-KTM memasuki tahap akhir menuju peluncuran. “Dalam artian, tinggal menunggu persetujuan surat keputusan rektor. Sehingga 2-3 hari ke depan sudah bisa diakses,” ujar dia.
 
Maman menyebut Direktorat Pendidikan (Dirpen) bekerja sama dengan Direktorat Sistem Informasi dan Digitalisasi (DSID) Unair merancang sistem dengan baik. Yakni, mengadaptasi e-KTP, e-KK, dan dokumen pribadi lainnya yang terdapat QR-code.
 
Sistem itu dapat menunjukkan bukti sah pengakses dokumen tersebut adalah pemilik resmi. “Jadi, nanti pada aplikasi Kampus Kita Mahasiswa tinggal klik tombol view e-KTM, langsung muncul barcode-nya," ujar guru besar Farmasi Unair tersebut.
 
Maman menyebut e-KTM bakal berlaku untuk seluruh mahasiswa Unair. Sebab, terdapat pembaruan Nomor Induk Mahasiswa (NIM), mulanya 11-12 digit kini hanya 9 digit.
 
Rinciannya, satu digit pertama menunjukkan jenjang, dua digit kedua fakultas dan prodi, dua digit ketiga tahun masuk, satu digit keempat tingkat semester, dan tiga digit terakhir menunjukkan nomor urut.
 
Maman menyebut transformasi digital e-KTM sangat menguntungkan bagi sivitas akademika, terutama mahasiswa. Selain memberikan kemudahan mahasiswa saat KTM hilang, pihak program studi (prodi) memudahkan bila sewaktu-waktu membutuhkan, tetapi terhambat karena proses cetak KTM mahasiswa baru sangat lama.
 
Dosen juga tidak perlu repot-repot menegur mahasiswa bila tidak membawa KTM saat ujian. Terlebih, ketika kurasi wajah banyak KTM yang fotonya sudah blur.
 
Maman menegaskan tidak masalah bila tak mencetak e-KTM. Dia menyebut perkembangan zaman yang begitu pesat harus menjadikan sebuah proses lebih fleksibel dan efisien. Melalui e-KTM, Unair mendorong selalu siap dan responsif menghadapi tantangan dan perubahan.
 
"Mudah-mudahan ini akan jadi bentuk branding ke depan. Launching e-KTM  ini juga sebagai momentum atas capaian top 369 dunia Unair," ucap Maman.
 
Baca: Unair Masuk Peringkat 401-500 THE Asia University Rankings 2022
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA