Sampul novel Sabai Sunwoo karya Akmal Nasery Basral/Istimewa
Sampul novel Sabai Sunwoo karya Akmal Nasery Basral/Istimewa

Akmal Nasery Basral Luncurkan Novel Terbaru Bertema Korea

Medcom • 17 Januari 2022 16:54
Jakarta: Sastrawan Akmal Nasery Basral meluncurkan novel terbaru berjudul Sabai Sunwoo di bulan pertama 2022. Novel ini adalah sekuel dari novel Dayon yang diluncurkan pada pertengahan tahun lalu dan mendapat sambutan hangat dari para pecinta Sastra Indonesia. 
 
"Dayon lebih dari sekadar novel. Dia menggambarkan gejolak psikologis, sosiologis, dan antropologis anak bangsa di tengah perubahan disruptif. Bacaan wajib yang reflektif dan kaya perspektif," tulis Prof Azyumardi Azra, dalam testimoninya pada sampul novel.
 
Dayon mengisahkan kehidupan pemuda bernama Jems Boyon asal Kapau, Sumatra Barat. Jems lahir dan menghabiskan masa kanak-kanak di kampung halamannya. Dia melanjutkan SMA di Bukittinggi dan kuliah perfilman di Jakarta untuk mengejar impian sebagai sutradara. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam perjalanan hidupnya, ia bertemu seorang model peranakan Minang-Korea bernama Sabai Rangkayo Sunwoo. Lantas, novel ini fokus pada kisah menyangkut kehidupan sang model yang lahir dan menghabiskan masa kanak-kanak di Seoul, Korea Selatan, sebelum pindah ke Jakarta di pertengahan tahun 90-an.
 
Awalnya perjalanan karier Sabai berjalan mulus. Namun, seiring berjalannya, satu per satu masalah datang menghantam gadis muda itu. Mulai dari korban perundungan seksual, pembunuhan karakter dalam sengitnya kompetisi antarmodel, gaya hidup liberal yang permisif terhadap penyalahgunaan obat-obatan dan seks bebas, hingga terganggunya hubungan dengan orang tua serta tergerusnya keyakinan dan keimanan.
 
"Melalui novel ini saya ingin menggambarkan problem identitas yang banyak menggayuti generasi milenial. Generasi yang sudah menjadi warga dunia dan gamang terhadap akar budaya mereka," ujar Akmal dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Senin, 17 Januari 2022.
 
Baca: Jalan Chairil Anwar Mengenal Dunia Sastra
 
Kepala Program Studi Program Magister Asia Timur FakuItas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), Eva Latifah, mengatakan novel ini laksana ruang negosiasi terhadap efek domino hallyu (gelombang Korea). Menurutnya, novel ini mampu menyuarakan gesekan yang banyak hadir dalam keluarga multikultural Korea - Indonesia. 
 
"Kekuatan yang tidak ditemukan dalam novel-novel Indonesia yang mengangkat isu tentang Korea. Akmal menyuguhkan bacaan yang menawan dan memperkaya wawasan,” ujar President of Global Korean Scholarship Alumni Indonesia ini.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif