Direktur Content dan Produksi Medcom.id, Abdul Kohar (tengah) saat peluncuran program Drive for Edu di Kantor Medcom.id, Kedoya, Jakarta Barat, Medcom.id/Intan Yunelia.
Direktur Content dan Produksi Medcom.id, Abdul Kohar (tengah) saat peluncuran program Drive for Edu di Kantor Medcom.id, Kedoya, Jakarta Barat, Medcom.id/Intan Yunelia.

Bertepatan Hardiknas, Medcom.id Luncurkan ‘Drive For Edu’

Pendidikan hardiknas Drive for Edu
Intan Yunelia • 02 Mei 2019 13:50
Jakarta: Portal berita dan video Medcom.id meluncurkan program donasi pendidikan yang bernama Drive for Edu. Kehadiran program ini diharapkan dapat menjembatani kepedulian masyarakat yang ingin berkontribusi langsung bagi pemajuan dunia pendidikan di Indonesia.
 
Menyusul kesuksesan program Beasiswa Online Scholarship Competition (OSC) yang telah berjalan sejak 2015, kini Medcom.id kembali meluncurkan program baru yang juga fokus pada dunia pendidikan, yakni Drive for Edu. Program berkonsep menghimpun dan menyalurkan donasi untuk pendidikan ini merupakan langkah kecil yang diyakini dapat mendorong percepatan peningkatan dan pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia.
 
"Program ini kami buat, berangkat dari realitas masih banyaknya sekolah-sekolah di Tanah Air yang kondisi fisiknya rusak, baik ringan hingga rusak parah. Apalagi sebagian juga berada tidak jauh dari ibukota, Jakarta," kata Direktur Content dan Produksi Medcom.id, Abdul Kohar di sela-sela peluncuran Drive for Edu di Kantor Medcom.id, Jalan Pilar Mas Raya, Kedoya Selatan, Jakarta Barat, Kamis, 2 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Atap Sekolah Rusak, Puluhan Siswa Terpaksa Belajar di Musala
 
Di sisi lain, kata Kohar, banyak kelompok masyarakat, baik individual maupun komunitas yang memiliki kemampuan finansial dan niat besar untuk membantu masyarakat melalui dunia pendidikan. Namun selama ini, kelompok masyarakat tersebut masih ragu atau bahkan tidak tahu ke mana harus menyalurkan bantuan pendidikan agar tepat guna dan sasaran.
 
“Untuk itu, Medcom.id mencoba menjembatani keinginan itu dengan mencari sekolah-sekolah yang memang dalam kondisi sangat membutuhkan bantuan. Untuk kemudian ditunjukkan kepada para calon donatur,” kata Kohar.
 
Untuk periode pertama, donasi dibuka mulai 6 Mei-11 Juni 2019. Di tahap ini, Drive for Edu akan menyasar pada dua sekolah di daerah Banten, Jawa Barat yang kondisinya sangat memprihatinkan. Kedua sekolah tersebut adalah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Mathla'ul Anwar, dan SD Negeri 1 Datarcae, Lebak, Banten, Jawa Barat.
 
Untuk mengetahui kondisi riil sekolah, tim Drive for Edu Medcom.id telah melakukan survei langsung ke lapangan pada pekan lalu. Sekolah pertama yang dikunjungi adalah MTs Mathla'ul Anwar, Banten, Jawa Barat.
 
Baca:Wali Kota Tangerang Sidak Sekolah dengan Bangunan Rusak
 
Pembangunan sekolah yang hanya terdiri dari empat kelas ini terhambat, karena keterbatasan dana. Sebelumnya, dana pembangunan sekolah ini berasal dari urunan swadaya masyarakat di sekitar sekolah.
 
Namun akibat dana dari swadaya masyarakat tersebut tidak mencukupi, perbaikan sekolah pun otomatis terhenti. Akibatnya, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Mathla'ul Anwar pun terpaksa dilaksanakan dengan kondisi dan fasilitas seadanya.
 
Sedangkan sekolah kedua adalah SD Negeri 1 Datarcae, di Lebak, Banten, Jawa Barat. Sekolah ini berusia tua, dibangun sejak 1976.
 
Sekolah ini tidak hanya mengalami kerusakan di sana sini, namun juga membahayakan nyawa para siswa. Dua pekan lalu misalnya, bagian atap salah satu kelas di sekolah ini ambruk akibat kondisi atap yang telah lapuk.
 
Program Drive for Edu ini diluncurkan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019. Meski begitu, saluran rekening donasi Drive for Edu baru akan dibuka secara resmi pada Senin, 6 Mei 2019.
 
"Senin pekan depan masyarakat yang ingin membantu, dapat ikut mendonasikan semampu dan
seikhlasnya. Berapapun besarnya donasi akan sangat berarti," papar Kohar.
 
Program ini diharapkan dapat meningkatkan peran aktif pihak swasta daan masyarakat dalam membantu pemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Dengan langkah ini diyakini dapat mendorong pemerataan akses dan kualitas pendidikan, sehingga lebih banyak lagi peserta didik di Indonesia yang dapat menikmatinya.
 
Serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan kondisi pendidikan terkini di Indonesia. “Kohar mengingatkan, bahwa pendidikan merupakan saka guru peradaban. Majunya Pendidikan termasuk sarana prasarananya, menjadi syarat mutlak kemajuan sebuah bangsa.
 
"Pendidikan juga akan memanusiakan manusia. Dengan memajukan pendidikan, maka kita juga ikut memajukan kemanusiaan," pungkasnya.
 
Lihat Video:

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif