Kemendikbud Ajukan 100 Ribu Kuota Guru ASN
Suasana Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SD di SD 05 Cipete Utara, Jakarta. Foto: Antara/Galih Pradipta
Jakarta:  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengusulkan 100 ribu kuota guru Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN dan RB) pada rekruitmen CPNS tahun ini.  Jumlah tersebut untuk menutup kebutuhan guru secara bertahap, di mana total kekurangan guru ASN saat ini mencapai 988.133 orang guru.  

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengaku jumlah guru berstatus ASN masih minim. "Kedepan, jumlah guru berstatus ASN akan terus diperbanyak," kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud, Ari Santoso di Jakarta, Kamis 7 Juni 2018.


Untuk diketahui, jumlah guru sekolah negeri saat ini sebanyak 2.114.765 orang.  Terdiri atas guru ASN 1.378.940 orang, dan guru non-ASN berjumlah 735.825 orang.

Dengan angka tersebut, Kemendikbud saat ini membutuhkan guru berstatus ASN sebanyak 988.133. Hal ini untuk menutupi kekurangan guru, terutama guru mata pelajaran sekolah.

Sementara saat ini,  Kemendikbud mengakalinya dengan satu guru bisa mengajar lebih dari satu mata pelajaran. Sehingga untuk sementara bisa menutupi kelas yang kekurangan guru mata pelajaran.

"Namun, dengan asumsi ada guru yang bisa mengajar lebih dari satu mata pelajaran dan dapat mengajar di tingkat kelas yang berbeda, maka bisa diupayakan cukup dengan 707.324 guru PNS saja,” ucap Ari.

Kekurangan guru di sekolah negeri ini dikarenakan beberapa alasan. Di antaranya, guru yang pensiun, mutasi keluar daerah, mendapatkan promosi untuk naik jabatan, guru yang meninggal, penambahan kelas baru, dan  penambahan unit sekolah.

“Kemendikbud pada tahun ini mengusulkan penambahan sekitar 100 ribu guru ASN kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN dan RB),” ujar Ari.

Pemenuhan kebutuhan guru di sekolah ini diperkirakan akan memakan waktu hingga 7 tahun. Yakni dari 2018 hingga 2024, untuk menggantikan guru yang pensiun, dan kenaikan akses pendidikan sebanyak 707 ribu guru ASN.

Rekrutmen penerimaan guru ini juga tak sembarangan. Kualitas guru yang akan diterima adalah guru yang berkualitas dalam mendidik anak-anak untuk menjadi generasi bangsa yang unggul dan mempunyai daya saing kuat.

Kemendikbud sendiri, kata Ari, memiliki peringkat berdasarkan kriteria. Seperti ketersediaan ASN, status tertinggal, rasio guru dan murid, mata pelajaran prioritas, dan fiskal.

“Penentuan sekolah yang membutuhkan guru baru ditempatkan ke sekolah, sesuai dengan peta perhitungan, dan dikawal agar tidak ditempatkan di luar sekolah yang membutuhkan,” pungkas Ari.


 



(CEU)