Foto: UB/Dok.Humas
Foto: UB/Dok.Humas

Fakultas Teknik Teratas Publikasi Scopus di UB

Pendidikan Publikasi Ilmiah
Intan Yunelia • 17 Januari 2020 12:56
Jakarta: Fakultas Teknik (FT) Universitas Brawijaya (UB) meraih posisi pertama dalam publikasi jurnal ilmiah terindeks SCOPUS serta jumlah kontribusi buku. Jumlah jurnal SCOPUS yang dipublikasikan oleh FT sebanyak 2.214 jurnal dan 118 buku.
 
Wakil Dekan Bidang Akademik FT UB, Ishardita Pambudi Tama menyampaikan, ada faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi capaian ini. Salah satunya tren dosen Fakultas Teknik yang senang meneliti dan menulis.
 
"Artinya, minatnya sudah sangat meningkat dibanding tahun-tahun yang dulu. Jumlah ini semakin meningkat jika ditambah dengan diwajibkannya mahasiswa S2 maupun S3 untuk publikasi," kata Ishardita dalam siaran pers, Jumat, 17 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menyebutkan, Fakultas Teknik kebetulan memiliki laboratorium yang jumlahnya paling banyak di UB. Jika dilihat untuk satu fakultas, jumlah ini sangat luar biasa, karena untuk bisa melakukan penelitian tidak terlepas dari adanya laboratorium.
 
"Sehingga jumlah laboratorium yang banyak juga akan mendongkrak jumlah penelitian dan nantinya ke publikasi," ujarnya.
 
Menurut Dosen Teknik Industri itu, untuk faktor eksternal UB dari era rektor terdahulu sampai sekarang ada kebijakan memberikan insentif kepada dosen yang berhasil mempublikasikan tulisannya di jurnal Scopus. Hal tersebut bisa menjadi perangsang, agar para dosen terpacu menulis lebih banyak lagi.
 
"Produktivitas tulisan di FT memang cukup banyak, satu dosen dalam satu tahun bisa menerbitkan 20-24 jurnal atau kalau dirata-rata dua jurnal dalam satu bulan," paparnya.
 
Ia juga menyampaikan, bahwa menulis bukan sesuatu yang sulit asal memiliki niat yang serius untuk menghasilkan suatu karya. Selain itu, di FT juga sering diadakan workshop tentang bagaimana menulis jurnal atau buku.
 
"Sebagai dosen, pekerjaan kita yang utama adalah mengajar. Mengajar pasti ada materinya, dari materi itu bisa kita kembangkan dan kemudian bisa diramu menjadi sebuah buku. Hibah-hibah penelitian yang ada di UB juga sangat banyak, mulai dari dana yang memang dikelola oleh UB sendiri ataupun melalui dana Dikti (Ditjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud). Hasil penelitian itu juga sangat berpotensi untuk dikonversi menjadi sebuah jurnal atau buku," jelasnya.
 
Ia berharap ingin melihat FT tidak hanya terbatas di jurnal atau buku. Tetapi untuk hal-hal lain, seperti masa studi mahasiswa yang perlu dinaikkan dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan yang masih perlu digenjot lagi.
 
"Kita ingin tunjukkan kuliah di FT kesannya tidak sulit. Kita juga tetap mempertahankan kualitas tetapi tolok ukur kinerja juga tetap kita perhatikan. Dari apa yang sudah kita capai seperti banyaknya jumlah jurnal dan buku yang kita publikasi, kita ingin tingkatkan lagi kualitasnya untuk jumlah jurnal Scopus dan bagaimana caranya supaya sitasi jurnalnya juga bertambah," tutupnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif