Biaya kesehatan
Biaya kesehatan di Surabaya terbilang sama dengan kota besar lainnya. Misalkan, biaya kunjungan dokter kurang lebih sebesar Rp200 ribu, sedangkan biaya rawat inap mulai dari Rp250 ribu.Hal ini berbeda bagi mahasiswa yang telah memiliki asuransi seperti BPJS. Dengan BPJS, mahasiswa perantau dapat mendapatkan layanan kesehatan secara gratis.
Selain itu, dengan menggunakan aplikasi mobile JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), mahasiswa tidak perlu kerepotan lagi untuk mengurus rujukan. Cukup dengan memilih rumah sakit atau pusat pelayanan kesehatan dengan aplikasi ini, maka kebutuhan kesehatan bisa langsung terpenuhi.
Biaya buku dan tugas
Biaya buku dan tugas termasuk pengeluaran penting dan utama saat menjadi mahasiswa. Banyak mata kuliah yang mengharuskan mempunyai buku cetak, sekalipun sudah banyak website yang menyediakan referensi dan bisa diakses secara gratis.Harga buku biasanya dimulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah tergantung jurusan yang diambil. Harga buku mencapai jutaan rupiah ini biasanya terdapat pada jurusan Kedokteran, Keperawatan, dan Farmasi.
Untuk menghemat biaya buku, mahasiswa kerap kali membeli buku bekas. Walaupun terkadang susah untuk mencari buku yang tepat, namun penghematan biaya menjadi salah satu hal yang harus dipertimbangkan.
Biaya tugas berhubungan dengan biaya mencetak makalah atau tugas paper.Hal ini juga bisa dikurangi dengan mempunyai printer sendiri.
Inilah sedikit gambaran tentang biaya hidup yang diperlukan untuk berkuliah di Surabaya. Namun, perlu diingat bahwa biaya hidup ini tidak sepenuhnya akurat dan masih bisa disesuaikan tergantung kebutuhan dan kemampuan mahasiswa. (Gabriella Carissa Maharani Prahyta)
| Baca juga: 10 Negara Ini Tawarkan Biaya Kuliah S1 Murah, Mulai dari Rp500 Ribu |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News