“Jadi kita harus mengembangkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kalau tidak sesuai dengan kebutuhan, produk inovasi tersebut akan jadi sampah, sia-sia,” kata Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe di Jakarta, Kamis 20 Desember 2018.
Tingkat kebutuhan dan manfaat produk inovasi bisa dilihat dari tingginya minat masyarakat. Hal tersebut menjadi acuan dalam mengukur tingkat keberhasilan sebuah inovasi yang tengah dikembangkan.
“Karena itu, kita dorong perguruan tinggi dan masyarakat melakukan pengembangan dan mengubah kreativitas menjadi sesuatu yang bermanfaat,” paparnya.
Baca: Empat Tahun Terakhir Hak Paten LIPI Melesat
Selain memberikan manfaat, produk inovasi juga harus bernilai dari aspek ekonomi, sosial dan budaya, krena bermanfaat saja tidak cukup.
Jumain menuturkan, ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan produk inovasi bisa berkembang di pasar internasional. Diantaranya mendorong kreativitas, menjalankan Inovasi dan mengembangkan kewirausahaan.
“Ketiga elemen tersebut harus disatukan agar produk inovasi asal Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News