Siswa MAN Insan Cendekia menampilkan tari Ratoh jaroe di Festival Janadriyah, Kemenag/Humas.
Siswa MAN Insan Cendekia menampilkan tari Ratoh jaroe di Festival Janadriyah, Kemenag/Humas.

Siswi Madrasah Pentaskan Tari Ratoh di Festival Janadriyah

Pendidikan Pendidikan Agama
Intan Yunelia • 31 Desember 2018 16:38
Jakarta: Siswi-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) ikut memeriahkan Festival Janadriyah yang digelar di Kota Riyadh, Arab Saudi.  Mereka menampilkan tarian tradisional dari Aceh, Tari Ratoh Jaroe.

Kepala Bagian Umum Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Ali Ghozi mengatakan, kesempatan tampil di Festival ini merupakan penghormatan bagi Indonesia. Sebab Festival Janadriyah merupakan festival kebudayaan internasional yang menjadi ajang pertunjukan tahunan.

"Siswa MAN Insan Cendikia di sini menampilkan Tari Ratoh Jaroe. Kami tampil pada 29 Desember 2018 lalu," ujar Ali di Jakarta, Senin 31 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Ali yang merupakan koordinator delegasi Kemenag ini menjelaskan bahwa Tari Ratoh Jaroe berasal dari Aceh. Tarian tersebut juga menggambar perpaduan harmonis antara gerak badan dan tangan.  "Tarian ini terdiri dari gerakan dalam posisi duduk, berlutut, membungkukkan badan, menepuk dada, menggelengkan kepala,  menggerakkan tangan ke kanan dan ke kiri serta gerakan-gerakan lainnya," jelas Ali.

Tari Ratoh Jaroe ini menurut Ali, memiliki arti yang sangat dalam. Yaitu pujian-pujian dan zikir terhadap Allah SWT yang didendangkan sembari duduk.

Baca: Indonesia Tampilkan Pencak Silat di Festival Janadriyah

Setiap anggota penari akan menarikan gerakan yang sama. Jika sudah terdengar suara musik beserta syair-syair dengan menggunakan bahasa Aceh maka itu pertanda bahwa tarian Ratoeh Jaroe telah dimulai.  

"Formasi, kekompakan, dan alunan musik rapai menjadi ciri khas tarian ini. Pelantun syairnya dinamakan Shahi. Posisi Shahi saat tarian dimulai akan berada di luar barisan para penari.  Biasanya syair tersebut akan dinyanyikan juga oleh seluruh penari," terang Ali.

Kostum yang digunakan pun berupa pakaian lengan panjang yang berwarna-warni. Serta kain songket yang juga berasal dari Aceh. "Ditambah  dengan ikat kepala untuk mempercantik kostum penari,” paparnya.

Perlu diketahui, Festival Janadriyah Saudi ini digelar oleh Raja Arab Saudi mulai dari 20 Desember 2018 hingga 19 Januari 2019. Dengan tujuan memelihara budaya dan tradisi di lingkungan Kerajaan Arab Saudi.


(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi