Rusia. DOK rbth.com/Legion Media
Rusia. DOK rbth.com/Legion Media

10 Negara Eropa dengan Penduduk Muslim Terbanyak

Renatha Swasty • 19 Februari 2026 16:58
Ringkasnya gini..
  • Penduduk Muslim di Eropa terus meningkat pesat, bahkan di saat jumlah penganut agama lain cenderung menurun atau mulai meninggalkan agama.
  • Ada dua pemicu, yakni banyak orang luar Eropa yang datang dan menetap serta keluarga muslim lebih banyak anak.
  • Jumlah umat Islam di Eropa diprediksi akan melonjak signifikan pada tahun 2030.
Jakarta: Pernahkah Sobat Medcom membayangkan bagaimana bentuk benua Eropa beberapa tahun ke depan? Ternyata, benua yang sering disebut Benua Biru ini tengah mengalami perubahan besar dalam komposisi penduduknya. 
 
Saat ini, jumlah penduduk Muslim di Eropa terus meningkat pesat, bahkan di saat jumlah penganut agama lain cenderung menurun atau mulai meninggalkan agama. Pertumbuhan ini bukan tanpa alasan.
 
Ada dua hal utama yang jadi pemicunya. Pertama, banyak orang dari luar Eropa yang datang dan menetap di sana atau imigrasi. Kedua, keluarga Muslim di Eropa umumnya memiliki lebih banyak anak dan berusia jauh lebih muda dibandingkan dengan penduduk asli Eropa yang penduduknya mulai menua.

Kombinasi ini membuat jumlah umat Islam di Eropa diprediksi akan melonjak signifikan pada tahun 2030. Dari Rusia di ujung Timur hingga Inggris di wilayah Barat, setiap negara punya cerita uniknya sendiri.
 
Ada negara yang memang sejak dulu mayoritas penduduknya Muslim, namun ada juga negara yang jumlah Muslimnya meledak karena menjadi tujuan favorit para pendatang. Yuk kita kulik lebih dalam apa saja negara-negara Eropa yang memiliki penduduk Muslim terbanyak dikutip dari laman pawresearch.org:

Negara Eropa denga penduduk muslim terbanyak

1. Rusia

Rusia memegang predikat sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di seluruh Eropa secara absolut. Pada tahun 2030, jumlah penduduk Muslim di negara ini diprediksi mencapai 18,6 juta jiwa atau mencakup 14,4 persen dari total penduduk. 
 
Pertumbuhan ini didorong kuat oleh faktor internal, yaitu tingkat kelahiran perempuan Muslim mencapai rata-rata 2,3 anak, jauh melampaui rata-rata nasional Rusia. Selain itu, komunitas Muslim di Rusia didominasi oleh kelompok usia muda di bawah 30 tahun dan mayoritas merupakan penduduk asli yang terkonsentrasi di wilayah tradisional.

2. Prancis

Prancis merupakan rumah bagi komunitas Muslim terbesar di kawasan Eropa Barat. Diperkirakan pada tahun 2030, jumlah mereka akan menyentuh angka 6,9 juta jiwa atau sekitar 10,3 persen dari penduduk negara tersebut. 
 
Pertumbuhan di Prancis sangat dipengaruhi oleh sejarah migrasi dari Afrika Utara, di mana pada tahun 2010 saja, umat Islam mencakup lebih dari dua pertiga dari total imigran baru yang masuk. Uniknya, berbeda dengan negara lain, Prancis memiliki keseimbangan gender yang sangat baik di antara penduduk Muslimnya.

3. Inggris Raya/Britania Raya

Inggris Raya/Britania Raya menjadi sorotan sebagai negara yang diprediksi mengalami peningkatan jumlah penduduk Muslim paling masif dalam hal volume pertumbuhan. Penduduk Muslim diperkirakan akan melonjak dua kali lipat menjadi 5,6 juta jiwa pada tahun 2030. 
 
Lonjakan ini dipicu oleh arus imigrasi yang stabil dari Asia Selatan serta adanya kesenjangan angka kelahiran yang signifikan, di mana tingkat kesuburan warga Muslim di Inggris jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok penduduk lainnya.
 

4. Jerman

Jerman mencatatkan pertumbuhan penduduk Muslim yang signifikan, yang diprediksi mencapai 5,5 juta jiwa pada tahun 2030. Peningkatan ini sebagian besar didorong oleh peran Jerman sebagai destinasi utama bagi pekerja migran dan pengungsi dari wilayah konflik seperti Suriah. 
 
Meski secara angka menunjukkan peningkatan, proporsi pertumbuhannya cenderung lebih moderat dibandingkan dengan Inggris karena Jerman juga menerima arus imigrasi non-Muslim yang cukup besar di waktu yang bersamaan.

5. Kosovo 

Kosovo berdiri sebagai wilayah dengan konsentrasi Muslim paling dominan di benua Eropa. Pada tahun 2030, diprediksi sebanyak 93,5 persen atau sekitar 2,1 juta jiwa dari total penduduknya adalah penganut agama Islam. Di Kosovo, Islam adalah identitas nasional yang sudah melekat secara historis dan menjadi mayoritas mutlak sejak lama, bukan hasil dari migrasi modern.
   

6. Albania

Albania merupakan negara mayoritas Muslim di kawasan Balkan. Pada tahun 2030, penduduk Muslim di negara ini diperkirakan mencapai 83,2 persen atau sekitar 2,8 juta jiwa. Seperti Kosovo, komunitas Muslim di sini adalah komunitas yang sudah lama berdiri sejak masa lalu dan pertumbuhannya lebih banyak dipengaruhi oleh faktor demografi alami penduduk asli.

7. Bosnia & Herzegovina

Berbeda dengan dinamika di wilayah Barat, Bosnia & Herzegovina merupakan rumah bagi komunitas Muslim asli Eropa yang telah menetap lama. Pada tahun 2030, penduduk Muslim di negara ini diprediksi akan mencapai 42,7 persen atau sekitar 1,5 juta dari total penduduk. 
 
Menariknya, angka kesuburan antara penduduk Muslim dan non-Muslim di sini cenderung serupa, sehingga pertumbuhannya lebih bersifat stabil dibandingkan negara Eropa lainnya.

8. Spanyol dan Italia

Spanyol dan Italia mencatat pola pertumbuhan yang didominasi oleh pekerja migran baru. Spanyol memiliki rasio gender yang unik dengan 190 pria Muslim untuk setiap 100 wanita, mencerminkan banyaknya pria yang datang bekerja lebih dulu. 
 
Sementara itu, Italia diprediksi mengalami pertumbuhan pesat hingga dua kali lipat pada 2030, dengan mayoritas imigran berasal dari Albania dan Afrika Utara, menjadikannya salah satu titik pertumbuhan Muslim paling aktif di Eropa Selatan.

9. Swedia dan Irlandia

Swedia diprediksi memiliki penduduk Muslim hingga 9,9 persen pada 2030 akibat kebijakan penerimaan pengungsi yang sangat terbuka. Di sisi lain, Irlandia mencatatkan rekor pertumbuhan persentase tercepat dengan proyeksi ledakan jumlah Muslim hingga 188 persen pada tahun 2030. 
 
Hal ini menempatkan kedua negara tersebut sebagai contoh nyata bagaimana kebijakan politik dan ekonomi dapat secara cepat mengubah demografi keagamaan sebuah bangsa.

10. Belanda

Belanda mengalami perubahan unik di mana mayoritas penduduknya kini mulai tidak berafiliasi pada agama apa pun. Namun, di saat yang sama, penduduk Muslim di Belanda terus meningkat secara stabil. 
 
Pertumbuhan ini didorong oleh migrasi berkelanjutan serta struktur usia penduduk Muslim yang jauh lebih muda dibandingkan penduduk asli Belanda, yang diprediksi akan memperkuat posisi mereka sebagai minoritas signifikan di Eropa Barat.
 
Itulah ulasan mengenai negara Eropa dengan penduduk Muslim terbanyak. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Sobat Medcom, ya! (Talitha Islamey)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan