Di antara doa yang paling sering dipanjatkan para calon jemaah haji adalah harapan meraih predikat haji mabrur. Predikat ini menjadi puncak impian setiap umat Islam yang menunaikan rukun Islam kelima tersebut, sebab ia membawa janji surga dari Rasulullah SAW.
Namun, tidak semua orang mengetahui makna sesungguhnya haji mabrur. Banyak yang mengira kemabruran hanya ditentukan oleh kesempurnaan pelaksanaan ritual di Tanah Suci, padahal sesungguhnya jauh lebih dalam dari itu.
Para ulama menegaskan haji mabrur bukan semata soal kelengkapan prosesi wukuf, tawaf, atau sai di Makkah dan Madinah. Haji mabrur adalah cerminan perubahan nyata dalam sikap dan perilaku umat Islam setelah kembali ke kampung halamannya.
Lantas, apa sebenarnya makna haji mabrur dan bagaimana ciri-ciri seseorang yang berhasil meraihnya? Yuk simak penjelasan lengkapnya berikut ini:
Apa itu Haji Mabrur?
Melansir laman uinjkt.ac.id, kata 'mabrur' dalam bahasa Arab berakar dari kata barra-yabirru-birrun yang berarti berbuat baik. Dari sini, haji mabrur dapat dimaknai sebagai ibadah haji yang membawa kebaikan nyata bagi orang yang menjalankannya. Makna ini selaras dengan pesan Surat Ali Imran ayat 92, bahwa kebaikan sejati hanya bisa diraih ketika seseorang rela memberikan sesuatu yang paling ia cintai.Menariknya, predikat haji mabrur tidak ditentukan oleh apa yang dilakukan seseorang selama berada di Tanah Suci. Justru, kemabruran itu terbukti dari bagaimana ia berubah setelah kembali ke rumah dan hidup di tengah masyarakat.
Ritual haji memang merupakan perjalanan spiritual mendalam, tetapi esensi terbesarnya adalah perubahan batin yang kemudian diwujudkan dalam kepedulian dan tanggung jawab sosial. Tantangan sesungguhnya baru dimulai setelah seseorang menginjakkan kaki kembali di tanah air.
Mempertahankan nilai-nilai kebaikan yang diperoleh selama berhaji dalam keseharian bukanlah perkara mudah. Namun, itulah justru inti dari kemabruran itu sendiri, mengingat Rasulullah SAW telah menegaskan tidak ada balasan yang lebih layak bagi haji mabrur selain surga.
Ciri-ciri Haji Mabrur
Meskipun predikat haji mabrur merupakan hak istimewa dari Allah SWT, para ulama melalui penafsiran hadis dan Al-Qur'an telah merumuskan ciri-ciri yang dapat diketahui. Berikut ciri-ciri seseorang yang meraih kemabruran dalam hajinya dikutip dari laman jatim.nu.or.id:1. Melaksanakan ibadah tanpa maksiat
Berdasarkan penjelasan Imam An-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin, haji mabrur adalah haji yang pelaksanaannya tidak disertai dengan perbuatan dosa. Hal ini merujuk pada hadis Rasulullah SAW:الْمَبْرُورُ هُوَ الَّذِي لَا يَرْتَكِبُ صَاحِبُهُ فِيهِ مَعْصِيَةً
Artinya: "Al-Mabrur adalah haji yang dalam pelaksanaannya tidak disertai dengan perbuatan maksiat."
Baca Juga :
Persiapan Haji 2026, Arab Saudi Terbitkan Aturan Baru Jemaah Umrah, Sanksi Berat Bagi Overstay!
2. Terbebas dari Rafats, Fusuq, dan Jidal
Sesuai dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 197, seorang haji yang mabrur wajib menjaga diri dari tiga larangan utama:الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومَاتٌ ۚ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ
Artinya: "Siapa yang mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, janganlah berbuat rafats (berkata jorok/hubungan suami istri), berbuat maksiat, dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji."
3. Ketulusan niat tanpa unsur riya
Ciri penting lainnya adalah aspek keikhlasan atau tidak adanya keinginan untuk dipuji oleh orang lain. Sebagaimana dijelaskan dalam Syarh An-Nawawi 'ala Muslim:وَقِيلَ هُوَ الَّذِي لَا رِيَاءَ فِيهِ
Artinya: "Dan ada pula yang berpendapat (haji mabrur) adalah haji yang tidak ada riya' di dalamnya."
4. Perubahan perilaku menjadi lebih baik
Tanda nyata diterimanya amal haji seseorang dapat dilihat dari transformasinya sekembalinya ke tanah air. Indikator diterimanya (maqbul) ibadah tersebut adalah:مِنْ عَلَامَةِ الْقَبُولِ أَنْ يَرْجِعَ خَيْرًا مِمَّا كَانَ وَلَا يُعَاوِدَ الْمَعَاصِي
Artinya: "Tanda diterimanya adalah seseorang pulang dari berhaji menjadi lebih baik dari sebelumnya dan tidak kembali berbuat maksiat."
5. Ganjaran tertinggi bagi haji mabrur
Sebagai penutup, seluruh ciri di atas bermuara pada satu janji pasti dari Rasulullah SAW mengenai balasan bagi mereka yang berhasil menjaganya:الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ
Artinya: "Tidak ada balasan (yang pantas diberikan) bagi haji mabrur kecuali surga." (HR Bukhari).
Sobat Medcom, itulah informasi mengenai haji mabrur dan ciri-cirinya yang perlu diketahui. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya! (Talitha Islamey)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News