SPPG. MTVN/Siti Yona Hukmana
SPPG. MTVN/Siti Yona Hukmana

BGN Bentuk Tim Khusus untuk Sertifikasi SPPG

Ilham Pratama Putra • 24 Maret 2026 16:03
Ringkasnya gini..
  • Sertifikasi untuk menjamin keamanan, kehalalan, dan standar kualitas pelayanan SPPG.
  • Selanjutnya, akan disinergikan dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), termasuk koki, penjamah makanan, dan analis lingkungan.
  • Badan Gizi Nasional optimistis dapat mewujudkan pelayanan gizi nasional yang prima, terstandarisasi dan tepercaya bagi seluruh masyarakat.
Jakarta: Badan Gizi Nasional (BGN) terus berupaya meningkatkan kualitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Peningkatan kualitas akan diawali langkah strategis, salah satunya membentuk satuan khusus yang bertugas memantau pelaksanaan sertifikasi esensial.
 
"Guna menjamin keamanan, kehalalan, dan standar kualitas pelayanan SPPG," tulis informasi di akun Instagram @badangizinasional.ri dikutip Selasa, 24 Maret 2026.
 
Pada tahap awal, sertifikasi akan berfokus pada:
  1. Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS);
  2. Sertifikat Halal;
  3. Sertifikat HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point).
Langkah komprehensif ini menjadi fondasi utama dalam sistem grading SPPG. Selanjutnya, akan disinergikan dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), termasuk koki, penjamah makanan, dan analis lingkungan.

Melalui upaya berkelanjutan ini, Badan Gizi Nasional optimistis dapat mewujudkan pelayanan gizi nasional yang prima. Selain itu, terstandarisasi dan tepercaya bagi seluruh masyarakat.
 
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merupakan penggerak utama dalam program MBG. Staf SPPG memiliki peranan krusial, dimulai dari melakukan penyediaan bahan makanan hingga pendistribusian makanan.
 
Tindakan ini dilakukan agar setiap porsi makan yang diterima memenuhi standar kecukupan gizi. Para staf SPPG bekerja dengan penuh dedikasi agar pelayanan gizi berjalan optimal.
 
Program MBG diharapkan dapat menjadi solusi nyata untuk mengatasi masalah gizi nasional dengan adanya staf SPPG yang mengawasi. Penasaran siapa saja yang ada di dalamnya?
 
Yuk ketahui bersama siapa saja staf SPPG dan bagaimana perannya dalam menyukseskan program MBG dilansir dari akun Instagram @badangizinasional.ri:
   

Pegawai SPPG

1. Kepala SPPG

Bertugas sebagai koordinator pengelola SPPG yang memastikan seluruh kegiatan operasional, mulai dari produksi hingga distribusi.

2. Ahli Gizi

Bertugas mengawasi kualitas menu MBG agar sesuai dengan standar gizi dan bertanggung jawab dalam quality control makanan yang diproduksi setiap harinya.

3. Akuntan

Bertugas mengawasi pengadaan bahan pangan serta bertanggung jawab dalam pengelolaan keuangan.

4. Jurutama Masak

Bertugas untuk memimpin tim masak dan menjamin kualitas bahan pangan. 

5. Ahli Sanitasi

Bertugas untuk melakukan pengawasan, pemeliharaan, dan penerapan SOP kebersihan. Satu ahli sanitasi akan bertugas di setiap 5 SPPG.

6. Asisten Lapangan

Bertugas untuk mengawasi pengantaran dan pendistribusian makanan serta sebagai pelaksana terdepan dalam menjalin hubungan dengan pihak eksternal.

Relawan dapur

Relawan Dapur, terdiri dari:
  1. Tim persiapan bahan makanan bertugas untuk menyiapkan dan membersihkan bahan makanan
  2. Tim pengolah bahan makanan bertugas untuk memasak bahan makanan sesuai dengan standar gizi
  3. Tim pemorsian dan packing bertugas untuk mengatur porsi serta mengemas makanan secara higienis
  4. Tim distribusi bertugas untuk mengantarkan MBG kepada penerima
  5. Tim kebersihan dan pencuci alat makan bertugas untuk menjaga sanitasi SPPG
  6. Tim keamanan bertugas untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan secara tertib dan aman.
Keberhasilan jalannya program MBG bergantung pada staf SPPG di lapangan. Melalui pengelolaan dan pengawasan yang konsisten, SPPG membuktikan program ini dapat membantu pemenuhan gizi nasional. 
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan