TKA 2025. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
TKA 2025. Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Nilai TKA Jelek Bukan Kiamat, Menteri Abdul Mu'ti: Masih Bisa Perbaiki Diri

Ilham Pratama Putra • 05 Januari 2026 11:26
Medan: Nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 milik siswa kelas 12 SMA anjlok. Dalam data hasil TKA yang dirilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ditemukan nilai-nilai yang tidak memuaskan.
 
Capaian siswa pada mata pelajaran (mapel) wajib paling disorot. Rerata nilai secara nasional pada mapel wajib tak ada yang menembus angka 60 dari skala 0-100.
 
Rerata nilai mapel wajib seperti Bahasa Indonesia dalam TKA 2025 secara nasional adalah 55,38. Sedangkan Matematika adalah 36,10. Terendah adalah mapel Bahasa Inggris dengan rerata nilai siswa secara nasional adalah 24,93.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti berpesan agar siswa yang nilainya jelek tak berputus asa. Nilai TKA 2025 bisa dijadikan evaluasi bagi para siswa untuk memperbaiki diri.
 
"Kalian masih punya kesempatan untuk memperbaiki diri. Masih punya kesempatan untuk belajar lebih baik lagi," kata Mu'ti dalam Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan Kota Medan Tahun 2025 di SMKN 7 Medan, Sumut, Minggu, 4 Januari 2026.
 
Ia mengutip sebuah tulisan dalam salah satu buku yang ditulis oleh Paul Arden, seorang penulis asal United Kingdom (UK). Kutipan ini sering ia gunakan dalam memotivasi seseorang saat menemui kegagalan.
 
"Its is not how good you are, it is about how good you want to be. Ini bukan soal Anda sekarang sebagus apa, sehebat apa. Tapi soal bagaimana Anda berusaha untuk senantiasa lebih hebat lagi di masa yang akan datang," kata dia. 
 
Sebenarnya, seperti apa pengolahan nilai TKA 2025? Yuk simak penjelasannya!

Cara pengolahan TKA

Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menjelaskan penskoran TKA menggunakan Item Response Theory (IRT) model 2 parameter logistics. Model ini tidak hanya menghitung jawaban benar.
 
"Tapi mempertimbangkan tingkat kesulitan dan daya beda butir soal," kata Toni dalam Taklimat Media di Jakarta, Senin, 22 Desember 2025.
 
Model ini membuat jumlah jawaban benar tak berbanding lurus dengan skor yang didapatkan. Misalnya, dua murid dengan jumlah jawaban benar sama, namun berbeda butir soal akan mendapatkan skor yang berbeda.
  "Metode ini mampu membedakan kemampuan secara lebih adil dan informatif," tutur Toni.
 
Skor para murid ini kemudian ditransformasikan menjadi nilai skala 0-100. Nilai batas kategori ditentukan melalui standar setting metode extended angof.
 
"Penentuann nilai batas melibatkan 125 orang guru bidang studi dari berbagai wilayah. Proses penentuan kategori dilakukan dengan prosedur baku, terdokumentasi dan iteratid dalam tiga putaran," sebut dia.
 
Nah seperti apa capaian nasional TKA para siswa di semua mata pelajaran? Berikut datanya:

Rerata capaian nasional TKA 2025 semua mapel

Mapel Wajib

  1. Bahasa Indonesia: 55,38
  2. Matematika: 36,10
  3. Bahasa Inggris: 24,93

Mapel Pilihan

  1. PPKN: 60,91
  2. Antropologi: 70,43
  3. Projek Kreatif dan Kewirausahaan: 56,34
  4. Bahasa Indonesia (Lanjut): 68,02
  5. Matematika (Lanjut): 39,32
  6. Bahasa Inggris (Lanjut): 45,23
  7. Biologi: 54,40
  8. Sosiologi: 60,07
  9. Ekonomi: 31,68
  10. Kimia: 34,92
  11. Sejarah: 62,72
  12. Fisika: 37,65
  13. Geografi: 70,36
  14. Bahasa Arab: 64,97
  15. Bahasa Jepang: 55,21
  16. Bahasa Mandarin: 57,56
  17. Bahasa Jerman: 36,59
  18. Bahasa Korea: 28,55
  19. Bahasa Prancis: 45,05.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan